Momentum HUT ke-23 Lutim, Kepsek SDN 227 Puncak Kurnia Kenakan Baju Adat Bersama Kepsek se-Luwu Timur.

oleh

Luwu Timur– Peringatan Hari Jadi ke-23 Kabupaten Luwu Timur di Lapangan Pendidikan Malili, , tak hanya khidmat, tapi juga penuh warna. Deretan kepala sekolah se-Kabupaten Luwu Timur hadir kompak mengenakan baju adat dari berbagai etnis yang ada di Bumi Batara Guru. Senin 8 / 06 / 2026

Salah satunya Kepala SDN 227 Puncak , Kurnia, yang tampil anggun dengan balutan baju adat Toraja. Kehadirannya bersama  guru SD Puncak dan ratusan kepsek lain menjadi pemandangan tersendiri di tengah ribuan peserta upacara yang terdiri dari unsur Forkopimda, ASN, TNI-Polri, pelajar, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat.

Upacara puncak HUT ke-23 Luwu Timur yang mengusung tema “Luwu Timur Tangguh, Maju dan Sejahtera” dipimpin langsung Bupati Luwu Timur sebagai Inspektur Upacara. Turut hadir Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan yang memberikan apresiasi atas kemajuan Luwu Timur selama 23 tahun terakhir.

Kurnia menyebut momentum HUT ke-23 Lutim sebagai pengingat bahwa pendidikan dan kebudayaan tidak bisa dipisahkan. Sekolah, kata dia, punya peran strategis menjaga warisan leluhur sekaligus mencetak generasi unggul.

“Atas nama keluarga besar SDN 227 Puncak , saya mengucapkan Selamat Hari Jadi ke-23 Kabupaten Luwu Timur. Hari ini kami para kepala sekolah se-Luwu Timur sengaja mengenakan baju adat sebagai simbol bahwa dari ruang kelas, kita rawat budaya dan kita majukan Batara Guru,” ujar Kurnia usai upacara.

Ia menambahkan, keberagaman baju adat yang dikenakan para kepsek mencerminkan wajah Luwu Timur yang multietnis. Ada nuansa Padoe, Karongsi’e, Tolaki, Bugis, Makassar, Toraja, Jawa, dan lakinya yang berpadu dalam satu semangat: Luwu Timur rumah bersama.

“Anak-anak harus tahu bahwa mereka lahir dari budaya yang kaya. Tugas kami di sekolah bukan hanya mengajar, tapi juga menanamkan cinta budaya dan toleransi sejak dini,” tegasnya.

Kurnia juga menegaskan komitmen dunia pendidikan untuk mendukung penuh visi “Luwu Timur Maju dan Sejahtera”. Menurutnya, fondasi daerah yang kuat dimulai dari sekolah yang hebat, guru yang berdedikasi, dan murid yang berkarakter.

“Kalau Luwu Timur mau melompat lebih jauh, maka kualitas pendidikannya harus jadi prioritas. Kami siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah, orang tua, dan komite sekolah untuk mewujudkan itu,” tambahnya.

Ia mengapresiasi perhatian Pemkab Luwu Timur terhadap sektor pendidikan, mulai dari pembangunan ruang kelas baru, digitalisasi pembelajaran, hingga peningkatan kapasitas guru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *