Melawan Lupa atas Komitmen, Masyarakat Asli Sorowako Peringatkan PT Vale Indonesia

oleh

LUWU TIMUR – Masyarakat Asli Sorowako menyampaikan pernyataan sikap sebagai bentuk peringatan kepada PT Vale Indonesia Tbk terkait belum terealisasinya sejumlah komitmen di sektor strategis, meliputi ketenagakerjaan, pendidikan, kesehatan, penerangan/listrik, serta kesempatan berusaha.

Pernyataan tersebut disampaikan, Sabtu (2/5/2026), menyusul kembali mencuatnya berbagai persoalan yang dinilai berkaitan langsung dengan komitmen, janji, dan kesepakatan antara perusahaan dengan masyarakat melalui wadah organisasi KWAS (Kerukunan Warga Asli Sorowako).

Dalam dokumen pernyataan sikapnya, masyarakat menilai terdapat dugaan pengingkaran terhadap kesepakatan yang sebelumnya telah dibangun bersama.

Mereka menegaskan bahwa komitmen tersebut seharusnya dilaksanakan dengan itikad baik demi menjaga hubungan yang harmonis dan berkelanjutan.

Selain itu, masyarakat juga menyoroti belum optimalnya penyerapan tenaga kerja lokal, khususnya dari kalangan Masyarakat Asli Sorowako, baik dalam hubungan kerja langsung maupun melalui mitra kontraktor perusahaan.

Di bidang pendidikan, masyarakat mengungkapkan adanya keterbatasan akses bagi anak-anak Sorowako, termasuk pembatasan kuota di sekolah-sekolah yang dikelola perusahaan serta belum tersedianya program beasiswa hingga jenjang perguruan tinggi.

Sementara itu, pada sektor kesehatan, masyarakat menilai layanan pengobatan masih memiliki keterbatasan akses serta proses administrasi yang belum sepenuhnya mencerminkan prinsip kesetaraan bagi seluruh warga.

Permasalahan lainnya juga mencakup belum terpenuhinya kebutuhan dasar seperti subsidi tarif listrik dan penerangan jalan di sejumlah wilayah pemukiman yang hingga kini dinilai belum memadai.

Tak hanya itu, masyarakat juga menyoroti minimnya peluang berusaha bagi warga lokal serta belum adanya pembinaan dan pengembangan usaha kecil menengah yang berkelanjutan.

Isu lingkungan turut menjadi perhatian, di mana masyarakat menilai belum adanya program pengelolaan lingkungan yang berkesinambungan guna memperbaiki ekosistem di wilayah tersebut.

Selain itu, penyelesaian sengketa lahan, khususnya terkait Old Camp, juga menjadi tuntutan penting. Masyarakat berharap adanya percepatan proses serah terima lahan hingga penerbitan sertifikasi hak atas tanah secara sah sesuai ketentuan yang berlaku.

Melalui pernyataan ini, Masyarakat Asli Sorowako menegaskan bahwa sikap tersebut merupakan bentuk peringatan sekaligus itikad baik untuk menjaga hubungan yang berkeadilan dan berkelanjutan dengan pihak perusahaan. Mereka berharap seluruh komitmen yang telah disepakati dapat segera direalisasikan demi kesejahteraan bersama. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *