Luwu Timur – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Luwu Timur, Raoda K., S.Pd., M.Si., membuka kegiatan Penguatan Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI), Jumat 4/9/2026
Kegiatan yang berlangsung Senin 31 Agustus 2026 di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Luwu Timur tersebut diikuti sebanyak 100 peserta, terdiri atas 90 kepala satuan PAUD atau yang mewakili serta unsur lintas sektor yang berkaitan dengan pengembangan anak usia dini.
Turut hadir Kepala Bapperida Kabupaten Luwu Timur, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Sosial, Pengurus Tim Penggerak PKK Kabupaten Luwu Timur, Pengurus Pokja Bunda PAUD, Koordinator Pengawas, Ketua Dewan Pendidikan, Ketua IGTKI, Ketua HIMPAUDI, para Kepala Satuan PAUD atau yang mewakili, serta peserta dan undangan lainnya.
Kegiatan mengangkat tema “Bersama PAUD Holistik Integratif, Optimalkan Tumbuh Kembang Anak Secara Terpadu, Wujudkan Anak Indonesia yang Sehat, Cerdas, Ceria, dan Berakhlak Mulia.”
Kepala Bidang PAUD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Luwu Timur, Ermayanti, S.S., M.Pd., mengatakan PAUD HI merupakan pendekatan penting dalam memastikan kebutuhan anak terpenuhi secara utuh, tidak hanya dari sisi pendidikan, tetapi juga kesehatan, gizi, pengasuhan, perlindungan dan kesejahteraan.
“PAUD tidak bisa berjalan sendiri. Pemenuhan kebutuhan anak membutuhkan keterlibatan berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, sosial, keluarga, pemerintah desa hingga masyarakat,” ujar Ermayanti.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum untuk menyatukan pemahaman dan memperkuat koordinasi antarpihak dalam pelaksanaan PAUD HI di Kabupaten Luwu Timur.
Materi yang diberikan mencakup kebijakan dan konsep PAUD HI, pemenuhan kebutuhan esensial anak, integrasi layanan pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, perlindungan dan kesejahteraan, penguatan peran keluarga, kolaborasi lintas sektor serta strategi membangun layanan PAUD yang berkualitas dan berkelanjutan.
Ermayanti berharap hasil kegiatan tidak berhenti pada pemahaman di ruang pertemuan, tetapi dapat diwujudkan melalui aksi nyata di setiap satuan PAUD.
Satuan PAUD didorong membangun komunikasi dan koordinasi dengan Puskesmas, pemerintah desa atau kelurahan, kader PKK, Bunda PAUD serta unsur terkait lainnya. Orang tua juga diharapkan semakin dilibatkan sebagai mitra utama dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Melalui penguatan tersebut, diharapkan terbangun layanan PAUD yang terpadu dan berkelanjutan serta semakin berkualitas sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini.
Panitia juga menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pihak. PAUD bukan hanya urusan sekolah, sementara tumbuh kembang anak bukan semata-mata tanggung jawab guru. Pendidikan, kesehatan, pengasuhan, perlindungan dan kesejahteraan anak merupakan tanggung jawab bersama.
