Banggar DPRD Lutim Soroti Optimalisasi PAD hingga Pelayanan Rumah Sakit

oleh

LUWU TIMUR – Badan Anggaran DPRD Kabupaten Luwu Timur memberikan sejumlah catatan dan rekomendasi kepada Pemerintah Daerah setelah menyelesaikan pembahasan Rancangan KUA dan Rancangan PPAS APBD Kabupaten Luwu Timur Tahun Anggaran 2027.

Rekomendasi tersebut disampaikan dalam laporan Badan Anggaran yang dibacakan Pelapor, Ir. Alamsyah, ST., pada rapat paripurna DPRD Luwu Timur, Rabu (5/8/2026).

Salah satu rekomendasi Banggar berkaitan dengan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Banggar merekomendasikan kepada Pemerintah Daerah, dalam hal ini Badan Pendapatan Daerah, agar terus mengoptimalkan upaya intensifikasi dan ekstensifikasi PAD secara terencana, terukur dan berkelanjutan.

Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan efektivitas pemungutan, penguatan pengawasan dan pengendalian, pemutakhiran basis data objek dan subjek pendapatan, optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi serta penggalian potensi sumber-sumber pendapatan baru sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Banggar juga memberikan perhatian terhadap manajemen RSUD I La Galigo agar terus melakukan inovasi dan langkah strategis dalam mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan rumah sakit.

Optimalisasi tersebut diharapkan meningkatkan kemandirian keuangan rumah sakit sehingga ketergantungan terhadap pembiayaan dari APBD dapat dikurangi.

Menurut Banggar, RSUD I La Galigo masih memiliki berbagai potensi sumber pendapatan yang dapat dikembangkan melalui peningkatan kualitas pelayanan, optimalisasi fasilitas dan layanan kesehatan, efisiensi pengelolaan serta pengembangan layanan unggulan sesuai kebutuhan masyarakat.

Selain itu, Banggar merekomendasikan pemerintah daerah mempercepat penyelesaian pembangunan sarana dan prasarana serta fungsionalisasi Rumah Sakit Atue Malili dan Rumah Sakit Towuti.

Percepatan tersebut perlu didukung dengan pemenuhan infrastruktur, penyediaan alat kesehatan, kecukupan sumber daya manusia kesehatan serta kelengkapan perizinan operasional.

Keberadaan kedua rumah sakit tersebut diharapkan dapat memperluas akses pelayanan kesehatan, meningkatkan pemerataan layanan kesehatan di seluruh wilayah Kabupaten Luwu Timur dan mengurangi beban pelayanan pada RSUD I La Galigo.

Banggar juga meminta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) lebih proporsional dan objektif dalam mengalokasikan anggaran kepada setiap perangkat daerah dengan mempertimbangkan skala prioritas, kebutuhan riil dan target kinerja masing-masing.

Rasionalisasi dan pemerataan alokasi anggaran dinilai perlu dilakukan karena masih terdapat perangkat daerah yang memperoleh alokasi anggaran relatif terbatas, khususnya pada urusan pertanian, perikanan, perdagangan, koperasi dan UMKM.

Sektor-sektor tersebut dinilai memiliki peran strategis dalam meningkatkan produktivitas masyarakat, memperkuat ketahanan pangan, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Luwu Timur.

Banggar turut merekomendasikan penambahan cakupan jaringan telekomunikasi pada wilayah yang masih mengalami blank spot atau belum terjangkau layanan telekomunikasi dan internet secara memadai.

Selain itu, program revitalisasi yang didanai pemerintah pusat diminta untuk dievaluasi secara menyeluruh, baik dari aspek perencanaan, pelaksanaan, kualitas hasil pekerjaan maupun ketepatan sasaran.

Evaluasi tersebut dinilai penting untuk memastikan dana yang dialokasikan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat serta menghasilkan pembangunan yang berkualitas, efektif dan berkelanjutan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *