LUWU TIMUR – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Luwu Timur mengapresiasi jawaban Bupati Luwu Timur atas seluruh pemandangan umum fraksi terkait pembahasan Ranperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026.
Apresiasi tersebut disampaikan Juru Bicara Fraksi PDI Perjuangan, Erick Estrada, dalam rapat paripurna DPRD, Senin (14/9/2026).
Menurut Erick, komitmen eksekutif untuk terus menjaga sinergi dengan DPRD merupakan bagian penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel dan berorientasi kepada kepentingan masyarakat.
“Komitmen Eksekutif untuk terus menjaga sinergi dengan DPRD adalah merupakan keinginan kita bersama demi untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel dan berorientasi kepada kepentingan masyarakat,” ujar Erick.
Meski mengapresiasi jawaban Bupati, Fraksi PDI Perjuangan tetap memberikan sejumlah catatan kritis terkait kondisi ekonomi dan pengelolaan anggaran daerah.
Fraksi tersebut menegaskan perubahan APBD 2026 harus menjadi instrumen korektif untuk menyesuaikan kebijakan pemerintah dengan kondisi ekonomi aktual.
Empat persoalan yang menjadi perhatian adalah kontraksi ekonomi, ketergantungan pada sektor tambang, risiko fiskal jangka menengah dan fenomena sosial ekonomi.
Fraksi PDI Perjuangan juga mendorong diversifikasi ekonomi serta meminta berbagai persoalan sosial dan ekonomi yang berkembang di masyarakat mendapat perhatian serius.
Pada akhirnya, Fraksi PDI Perjuangan menyatakan Ranperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 dapat diterima untuk dibahas lebih lanjut, dengan catatan rekomendasi kritis yang telah disampaikan menjadi perhatian Pemerintah Daerah. (*)
