LUWU TIMUR – Wakil Ketua DPRD Luwu Timur, Hj. Harisah Suharjo, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Stabilitas Harga Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit yang dipimpin Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, di Ruang Rapat Kerja Bupati, Malili, Kamis (4/6/2026).
Rakor tersebut digelar sebagai upaya Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menjaga stabilitas harga TBS kelapa sawit sekaligus memastikan adanya acuan harga yang jelas bagi petani maupun perusahaan dalam proses transaksi TBS di daerah.
Selain Wakil Ketua DPRD, rapat juga dihadiri Wakapolres Luwu Timur Kompol Hajriadi, Pabung Mayor Inf. Syarifuddin, Kepala Dinas Dagkop UKMP Senfry Oktavianus, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Subhan, perwakilan APKASINDO, perusahaan perkebunan, pabrik kelapa sawit, serta para pemangku kepentingan lainnya.
Dalam rapat tersebut, Bupati Irwan Bachri Syam menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk membangun komunikasi yang lebih intensif dengan seluruh pelaku usaha perkebunan sawit melalui pertemuan rutin.
Ia juga mendorong penerapan klasifikasi rendemen sebagai dasar penentuan harga TBS agar petani memahami keterkaitan antara kualitas buah dengan harga jual yang diterima.
“Kalau rendemen 14 persen, berapa harganya, rendemen 16 persen berapa harganya. Ini perlu kita buat lebih jelas agar masyarakat memahami bahwa kualitas buah sangat berpengaruh terhadap harga jual,” ujar Bupati.
Dalam forum tersebut, perwakilan perusahaan menyampaikan bahwa harga pembelian TBS dipengaruhi oleh harga Crude Palm Oil (CPO), biaya angkut, kualitas buah, dan tingkat rendemen. Sementara perwakilan asosiasi petani berharap adanya standar rendemen yang jelas sehingga petani memperoleh kepastian dalam penentuan harga.
Kehadiran Wakil Ketua DPRD Luwu Timur dalam rapat tersebut menunjukkan dukungan DPRD terhadap upaya pemerintah daerah dalam membangun tata niaga kelapa sawit yang lebih transparan, adil, dan berpihak kepada petani.
Melalui koordinasi yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan tercipta kesepahaman mengenai mekanisme penetapan harga TBS sehingga mampu memberikan kepastian bagi petani sekaligus menjaga iklim usaha perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Luwu Timur. (*)
