Luwu Timur— Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu Timur diminta untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kecepatan dalam merespons setiap informasi terkait kebencanaan.
Hal tersebut disampaikan Akbar Bahar, SE, selaku Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Luwu Timur, saat memimpin apel pagi di Crisis Centre BPBD Luwu Timur, Jumat (11/9/2026).
Dalam arahannya, Akbar menegaskan bahwa TRC merupakan ujung tombak BPBD di lapangan sekaligus wajah institusi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat ketika terjadi bencana.
“TRC adalah ujung tombak BPBD di lapangan. TRC juga merupakan wajah BPBD. Kalak, Sekban maupun Kabid tidak akan bisa berbuat banyak tanpa kerja keras teman-teman TRC di lapangan,” tegas Akbar dalam arahannya.
Ia berharap personel yang bertugas dalam regu piket di Crisis Centre dapat menjalankan tugas selama 1 x 24 jam dengan penuh tanggung jawab, terutama dalam memantau dan merespons setiap informasi kebencanaan yang masuk dari berbagai sumber.
Menurutnya, personel TRC tidak perlu lagi menunggu instruksi langsung dari Kepala Pelaksana (Kalak), Sekretaris Badan (Sekban), maupun kepala bidang untuk mengambil tindakan awal.
Akbar menekankan bahwa sepanjang informasi tersebut berkaitan dengan potensi atau kejadian bencana dan membutuhkan penanganan segera, Komandan Regu (Danru) dapat mengambil keputusan untuk menggerakkan personel sesuai kebutuhan di lapangan.
“Tidak perlu lagi menunggu perintah dari Kalak, Sekban maupun Kabid untuk bergerak. Cukup perintah dari Komandan Regu, segera bergerak untuk merespons informasi yang berkaitan dengan kebencanaan,” ujarnya.
Selain memberikan arahan, dalam apel tersebut Akbar juga membuka ruang bagi personel TRC yang sedang melaksanakan piket untuk menyampaikan berbagai kendala yang mereka hadapi selama menjalankan tugas.
Langkah tersebut dinilai penting agar berbagai hambatan operasional di lapangan dapat segera diketahui dan dicarikan solusi, sehingga tidak mengganggu kecepatan BPBD dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Salah satu hal yang disampaikan personel TRC adalah kondisi kendaraan operasional yang dinilai membutuhkan perbaikan dan pemeliharaan. Kendaraan menjadi salah satu sarana penting bagi TRC karena mobilitas yang tinggi sangat dibutuhkan, khususnya ketika harus bergerak cepat menuju lokasi kejadian bencana.
Akbar pun menilai masukan dari personel di lapangan sebagai bagian penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan BPBD.
Dengan dukungan sarana dan prasarana yang memadai, serta koordinasi yang semakin solid, BPBD Luwu Timur diharapkan mampu memberikan respons yang cepat, tepat dan efektif dalam menghadapi setiap potensi maupun kejadian bencana di wilayah Kabupaten Luwu Timur.
