Satu Barisan untuk Lutim Maju: Uci Sarpati Meriahkan HUT ke-23 Bersama Dinas Pendidikan

oleh

LUWU TIMUR – Semarak Luwu Timur ke-23 terasa makin kental dengan sentuhan budaya. Salah satu momen yang mencuri perhatian warga adalah kehadiran Uci Sarpati, Kepala Sekolah SD Korea-Korea, yang kompak bergabung di barisan Dinas Pendidikan Luwu Timur.

Dengan balutan baju adat yang anggun, Uci Sarpati melangkah rapi berdampingan bersama kepala OPD, pengawas, Tidak ada jarak antara pemimpin dan pendidik. Beliau memilih turun langsung ke jalan, berjalan satu irama dengan jajaran Dinas Pendidikan untuk merayakan hari jadi daerah, Rabu (3/06/2026)

Kegiatan karnaval budaya ini resmi dibuka oleh Ibu Wakil Bupati Luwu Timur. Tepuk tangan meriah langsung pecah saat rombongan Dinas Pendidikan melintas. Warna-warni baju adat yang dikenakan Uci Sarpati dan rekan-rekan guru menjadi simbol keberagaman yang dijaga dunia pendidikan.

Kehadiran Uci Sarpati di barisan Dinas Pendidikan bukan tanpa alasan. Bagi beliau, pendidikan dan budaya adalah dua sisi mata uang yang tak bisa dipisahkan.

“Hari ini kami guru tidak hanya mengajar di kelas. Kami hadir di jalan, memakai baju adat, untuk menunjukkan ke anak-anak bahwa mencintai budaya sama pentingnya dengan mencintai ilmu. Saya bangga bisa satu barisan dengan Dinas Pendidikan Lutim di HUT ke-23 ini,” ujar Uci Sarpati dengan senyum mengembang.

Sorak sorai paling kencang datang dari siswa-siswi SD Korea-Korea yang ikut menonton. Melihat kepala sekolahnya berjalan gagah di barisan Dinas Pendidikan membuat mereka semakin bangga. Orang tua murid pun tak mau ketinggalan, mengabadikan momen langka itu lewat kamera ponsel.

Wabup Lutim yang membuka kegiatan juga mengapresiasi keterlibatan langsung para pendidik. “Ketika kepala sekolah dan guru mau turun ke jalan, merayakan HUT daerah dengan adat, itu artinya pendidikan kita hidup dan membumi. Selamat HUT ke-23 Luwu Timur,” ucapnya saat melepas peserta.

Aksi Uci Sarpati dan Dinas Pendidikan mengirim pesan jelas ke masyarakat: memajukan Luwu Timur butuh kerja bersama. Dari ruang kelas sampai ke jalanan karnaval, semangat “Satu Barisan untuk Lutim Maju” terus digaungkan.

Dengan baju adat yang dikenakan dan langkah yang kompak, Uci Sarpati membuktikan bahwa guru hebat bukan hanya yang pintar mengajar, tapi juga yang berani memberi teladan cinta budaya dan daerah. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *