Reses di Desa Tarabbi, Pirman Udding Tekankan Pentingnya Kedekatan dan Komunikasi Berkelanjutan dengan Masyarakat

oleh

LUWU TIMUR — Anggota DPRD Kabupaten Luwu Timur dari Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Malili–Wasponda, Pirman Udding, kembali menyapa masyarakat melalui kegiatan reses Jumat 14/8/ 2026 di Desa Tarabbi, Kecamatan Malili.

Dalam kegiatan tersebut, kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu tidak hanya menyerap aspirasi warga terkait kebutuhan pembangunan, tetapi juga menegaskan pentingnya membangun komunikasi yang berkelanjutan antara wakil rakyat dan masyarakat.

Menurut Pirman, reses seharusnya tidak dimaknai sebatas agenda pertemuan formal antara anggota legislatif dan konstituen. Lebih dari itu, reses menjadi ruang untuk membangun hubungan yang terus terjaga, termasuk setelah kegiatan selesai. Sabtu 15 / 08 / 2026

“Kita ingin membangun pola hubungan yang tidak hanya berlangsung ketika reses, tetapi terus terjaga setelah kegiatan ini selesai. Komunikasi harus tetap terbuka, karena wakil rakyat harus selalu dekat dengan masyarakat yang diwakilinya,” ujar Pirman.

Ia menilai, kedekatan dengan masyarakat merupakan bagian penting dari tanggung jawab seorang wakil rakyat. Sebab, berbagai persoalan yang dihadapi warga tidak selalu dapat tergambarkan secara utuh melalui laporan maupun dokumen administratif.

“Bagi saya, menjadi wakil rakyat bukan hanya tentang hadir di ruang rapat, tetapi juga tentang bagaimana kita hadir di tengah masyarakat,” katanya.

Pirman menambahkan, seorang anggota legislatif perlu turun langsung ke lapangan untuk berdialog, mendengar keluhan warga, sekaligus melihat kondisi yang sebenarnya.

“Persoalan yang dihadapi masyarakat tidak selalu dapat kita pahami hanya melalui laporan atau dokumen. Kita perlu datang, berdialog, mendengar langsung, dan melihat kondisi yang sebenarnya,” lanjutnya.

Dalam reses tersebut, sejumlah aspirasi masyarakat turut disampaikan, termasuk kebutuhan pembangunan infrastruktur. Namun, selain persoalan infrastruktur, warga juga memberikan perhatian terhadap peningkatan keterampilan dan kompetensi tenaga kerja melalui program pelatihan ketenagakerjaan.

Pirman menilai aspirasi tersebut sangat relevan dengan kondisi dunia kerja saat ini yang semakin kompetitif. Menurutnya, masyarakat, khususnya tenaga kerja lokal, perlu dibekali keterampilan yang sesuai dengan perkembangan kebutuhan dunia kerja.

“Di tengah perkembangan dunia kerja yang semakin kompetitif, masyarakat membutuhkan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan zaman. Karena itu, pemerintah daerah diharapkan dapat memperbanyak program pelatihan,” ungkapnya.

Ia berharap aspirasi yang disampaikan masyarakat Desa Tarabbi dapat menjadi perhatian pemerintah daerah dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan serta kemampuan anggaran yang ada.

Bagi Pirman, menyerap aspirasi masyarakat bukanlah akhir dari kegiatan reses. Justru, reses menjadi awal untuk memastikan komunikasi, pengawalan aspirasi, dan hubungan antara wakil rakyat dengan masyarakat tetap berjalan secara berkesinambungan.

Dengan demikian, kehadiran anggota DPRD di tengah masyarakat tidak berhenti pada momentum reses, tetapi terus diwujudkan melalui kerja nyata dan perhatian terhadap berbagai kebutuhan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *