Luwu Timur— Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Luwu Timur terus mendorong penguatan program Pemerintah Daerah di bidang pendidikan dan pembentukan karakter peserta didik. Salah satunya melalui sosialisasi program Pejuang Subuh yang dirangkaikan dengan Sabtu Sehat Juara (SSJ). Jumat 11/9/2026
Kegiatan sosialisasi tersebut dilaksanakan di Aula Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Luwu Timur dan dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Luwu Timur, Raoda K., S.Pd., M.Pd., Sekretaris Dinas Pendidikan Darmawan, S.E., M.M., jajaran staf, serta para kepala sekolah se-Kabupaten Luwu Timur.
Program Pejuang Subuh merupakan salah satu program Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Timur di bawah kepemimpinan Bupati Ir. Irwan Bahri Syam, S.T., I.P.M. dan Wakil Bupati Ir. Hj. Puspawati Husler, yang diarahkan untuk membangun kebiasaan positif sekaligus memperkuat karakter religius peserta didik sejak dini.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Luwu Timur, Raoda K., menekankan agar program tersebut dapat dimaksimalkan dan dilaksanakan secara konsisten di seluruh satuan pendidikan.
Menurutnya, sasaran utama program Pejuang Subuh adalah peserta didik, khususnya siswa TK, SD kelas IV, V dan VI, serta siswa SMP kelas VII dan VIII. Untuk memastikan program berjalan dengan baik, keterlibatan para guru sangat diperlukan, terutama dalam mendampingi peserta didik di lingkungan masing-masing.
“Program Pejuang Subuh ini harus dimaksimalkan dengan melibatkan para guru untuk mendampingi peserta didiknya masing-masing. Saya bersama staf akan melakukan roadshow ke setiap kecamatan untuk memastikan program ini berjalan atau tidak,” tegas Raoda.
Ia menjelaskan, Pejuang Subuh juga dirangkaikan dengan program Sabtu Sehat Juara (SSJ). Melalui rangkaian kegiatan tersebut, peserta didik diharapkan tidak hanya memperoleh nilai-nilai spiritual, tetapi juga membangun kebiasaan hidup sehat.
“Subuh dapat pahalanya, pagi dapat sehatnya,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Raoda juga mengingatkan seluruh kepala sekolah agar memaksimalkan penggunaan sekaligus menjaga dan merawat berbagai sarana dan prasarana pendidikan yang telah diberikan pemerintah, baik yang bersumber dari APBN maupun APBD.
Menurutnya, berbagai fasilitas yang telah dibangun dan disalurkan pemerintah merupakan aset penting yang harus dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang proses pembelajaran serta memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi peserta didik.
Selain Pejuang Subuh dan Sabtu Sehat Juara, sosialisasi juga membahas salah satu program Pemerintah Pusat yang dikolaborasikan dengan program Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, yakni Gerakan Menabung.
Gerakan tersebut menyasar peserta didik mulai dari jenjang PAUD/TK, SD hingga SMP. Program ini diharapkan dapat menanamkan kebiasaan menabung sejak usia dini sekaligus membangun karakter peserta didik agar mampu belajar mengelola keuangan secara sederhana dan bertanggung jawab.
Melalui berbagai program tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Luwu Timur berharap seluruh satuan pendidikan dapat menjadi bagian aktif dalam menyukseskan agenda Pemerintah Daerah. Sinergi antara pemerintah, sekolah, guru, orang tua, dan peserta didik dinilai menjadi kunci agar program tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi benar-benar menjadi kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan semangat Pejuang Subuh, Sabtu Sehat Juara, dan Gerakan Menabung, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus mendorong lahirnya generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter religius, sehat, disiplin, dan mampu membangun kebiasaan positif sejak dini.
