Pejuang Subuh, Menanam Kebiasaan Ibadah Sejak Dini di Luwu Timur

oleh
Oplus_131072

Luwu Timur — Semangat membangun kebiasaan beribadah sejak usia dini terus digelorakan melalui program Pejuang Subuh di Kabupaten Luwu Timur. Salah satunya dilakukan oleh siswa SDN 226 Patande yang melaksanakan salat Subuh berjamaah di Masjid Baiturrahman dan Masjid Nurul Bahari, Desa Wewangriu, Kecamatan Malili. Selasa 25 / 08 / 2026.

Kepala SDN 226 Patande, Suarni Rapa Baralangi, S.Pd.M.Pd, turut mendampingi para siswanya dalam kegiatan tersebut. Suasana kebersamaan tampak begitu terasa. Para siswa mengaku senang dapat melaksanakan salat Subuh berjamaah sekaligus berkumpul dan beribadah bersama teman-teman mereka.

Menurut Suarni Rapa, program Pejuang Subuh mendapat sambutan positif dari masyarakat. Program tersebut dinilai sangat baik karena mengajarkan anak-anak untuk membiasakan diri bangun pada waktu Subuh dan melaksanakan salat berjamaah di masjid sejak usia dini.

“Program ini sangat bagus untuk anak-anak kita agar terbiasa melaksanakan salat berjamaah di masjid. Dari dini anak-anak kita harus dibiasakan bangun Subuh,” ujar Suarni Rapa.

Ia menambahkan, sejak adanya program Pejuang Subuh yang menjadi bagian dari program pemerintah Kabupaten Luwu Timur di bawah kepemimpinan Irwan Bachri Syam dan Hj. Puspawati Husler, telah terlihat perubahan positif pada anak-anak.

Hal senada disampaikan salah seorang orang tua siswa yang mengaku sangat senang dan menyambut baik program tersebut. Menurutnya, kebiasaan beribadah yang ditanamkan sejak kecil akan menjadi bekal penting bagi anak-anak hingga mereka dewasa.

“Alhamdulillah, sejak mengikuti Pejuang Subuh, sudah ada perubahan pada anak saya. Kami sangat senang dan menyambut baik program ini. Kalau sudah terbiasa sejak kecil salat di masjid, insyaallah kebiasaan itu akan dibawa sampai dewasa,” ungkapnya.

Program Pejuang Subuh bukan sekadar mengajak anak-anak untuk hadir di masjid pada waktu Subuh. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana menanamkan nilai kedisiplinan, kebersamaan, dan kecintaan terhadap ibadah sejak usia dini.

Dengan dukungan sekolah, orang tua, pemerintah, serta masyarakat, kegiatan Pejuang Subuh diharapkan terus berkembang dan melahirkan generasi muda Luwu Timur yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter religius dan kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *