Pejuang Subuh Berbuah Manis, Kepsek SMPN 5 Malili: Anak-Anak Kini Terbiasa Bangun Subuh

oleh

Luwu Timur— Program Pejuang Subuh yang dilaksanakan di SMP Negeri 5 Malili, Kabupaten Luwu Timur, mendapat apresiasi dari Kepala Sekolah Sinar Bintang Daling, S.Pd. Program tersebut dinilai memberikan dampak positif dalam membangun kebiasaan beribadah sekaligus membentuk karakter disiplin para siswa. 17/9/2026

Sinar Bintang Daling mengapresiasi para guru yang dengan sabar dan ikhlas mendampingi siswa untuk melaksanakan salat Subuh secara berjamaah. Menurutnya, pendampingan tersebut merupakan bagian penting dalam menanamkan kebiasaan baik kepada anak-anak sejak dini.

“Saya sangat mengapresiasi teman-teman guru yang begitu sabar dan ikhlas mendampingi para siswa melaksanakan salat berjamaah dalam program Pejuang Subuh,” ujar Sinar Bintang Daling.

Ia menilai program tersebut sangat baik untuk membiasakan siswa bangun pada waktu Subuh dan melaksanakan salat secara berjamaah. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten, menurutnya, dapat menjadi bagian dari pembentukan karakter positif siswa dalam kehidupan sehari-hari.

“Program ini sangat bagus untuk membiasakan anak-anak kita agar terbiasa bangun Subuh dan melaksanakan salat berjamaah. Ini bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga bagaimana membangun kedisiplinan dan kebiasaan positif anak-anak,” katanya.

Sinar Bintang Daling juga menyampaikan apresiasi terhadap program Pejuang Subuh yang menjadi salah satu program Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Timur di bawah kepemimpinan Ir. H. Irwan Bachri Syam, S.T., I.P.M. dan Ir. Hj. Puspawati Husler.

Menurutnya, program tersebut memiliki nilai positif karena melibatkan anak-anak dalam kegiatan keagamaan dan mendorong terbentuknya kebiasaan baik sejak usia sekolah.

“Program Pejuang Subuh ini sangat berdampak positif bagi anak-anak. Kami berharap kegiatan seperti ini terus mendapatkan dukungan dan dapat menjadi kebiasaan yang melekat dalam kehidupan mereka,” tutur Kepala SMP Negeri 5 Malili tersebut.

Ia berharap semangat para guru dalam mendampingi siswa dapat terus terjaga. Sinergi antara sekolah, orang tua, guru, dan pemerintah daerah dinilai penting untuk menciptakan generasi muda Luwu Timur yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kedisiplinan, dan nilai-nilai keagamaan yang kuat.

 

Liputan,/ Munar

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *