Lewat Pemetaan GIS, Mahasiswa KKN-T Unhas Hadirkan Peta Infografis Desa Balantang.

oleh
Oplus_131072

Luwu Timur – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin menghadirkan terobosan baru di Desa Balantang. Melalui program “Pemetaan Potensial dan Batas Spasial Desa Balantang Berbasis GIS”, mereka memasang peta infografis di ruang publik agar warga dan pengunjung lebih mudah mengenali desa.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Minggu, 9 Agustus 2026 itu digagas oleh Aprilia Patanduk, mahasiswa Program Studi Arkeologi Unhas. Peta berukuran besar dipasang di area strategis sekitar Lapangan Voli Desa Balantang agar mudah diakses masyarakat. Senin 10 / 08 / 2026

Dalam peta infografis tersebut memuat data spasial lengkap Desa Balantang. Mulai dari batas wilayah desa dan dusun, sebaran fasilitas umum, titik-titik penting, hingga lokasi Usaha Mikro Kecil Menengah UMKM.

Tujuan utamanya sederhana: memutus ketergantungan pada informasi lisan. Kini siapa saja, baik warga lokal maupun tamu dari luar desa, bisa langsung melihat dan menemukan lokasi yang dicari hanya dengan melihat peta.

“Selama ini kalau ada yang cari kantor desa, posyandu, atau warung UMKM harus tanya dulu. Dengan peta ini, semua jadi lebih jelas dan terbaca secara visual,” jelas Aprilia.

Lebih dari sekadar penunjuk jalan, peta ini juga berfungsi sebagai basis data visual bagi pemerintah desa. Dengan tampilan spasial yang terstruktur, aparat desa bisa lebih mudah melihat persebaran potensi wilayah untuk perencanaan pembangunan.

Pencantuman titik UMKM secara khusus diharapkan dapat mendongkrak ekonomi warga. Pengunjung yang datang ke Balantang kini bisa langsung menemukan produk lokal tanpa harus bertanya kesana-kemari.

Sekretaris Desa Balantang, Muh. Anjar, menyambut baik program tersebut.

“Kami ucapkan terima kasih kepada teman-teman KKN-T 116 Unhas. Peta infografis ini sangat bermanfaat, baik untuk masyarakat Desa Balantang maupun masyarakat umum. Dengan adanya peta ini, orang bisa tahu titik-titik sentral, UMKM, fasilitas umum, dan potensi lain yang ada di desa kami,” ujarnya.

Program ini menjadi bukti bahwa teknologi Sistem Informasi Geografis (GIS) bisa dihadirkan hingga ke tingkat desa. Pemetaan berbasis GIS diharapkan menjadi media informasi berkelanjutan yang membantu Desa Balantang memperkenalkan potensi wilayah dan ekonominya ke khalayak lebih luas.

Rangkaian KKN-T Inovasi Desa Gelombang 116 Unhas di Desa Balantang sendiri masih akan berlanjut dengan berbagai program pemberdayaan lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *