Kepsek SDN 227 Puncak, Kurnia Berpakaian Adat Semarakkan Karnaval HUT ke-23 Lutim Bersama Dinas Pendidikan

oleh

Karnaval Budaya HUT ke-23 Kabupaten Luwu Timur berlangsung meriah meski tanpa melibatkan anak sekolah. Ribuan peserta dari unsur pemerintah dan masyarakat tetap tumpah ruah ke jalan, mengenakan berbagai pakaian adat Nusantara.Rabu 3 / 06 / 2026

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Wakil Bupati Luwu Timur, Puspawati Husler, itu diikuti oleh OPD, instansi vertikal, organisasi kepemudaan, sanggar seni, dan komunitas masyarakat. Dari unsur pendidikan, hanya jajaran guru dan kepala sekolah yang turun ke jalan.

Salah satunya Kepala SDN 227 Puncak, Kurnia, yang bergabung dalam barisan Dinas Pendidikan Luwu Timur. Mengenakan pakaian adat budaya lengkap, Kurnia berjalan kaki bersama puluhan kepsek dan para guru.

Kami para guru dan kepsek yang turun langsung sebagai bentuk partisipasi dan teladan mencintai budaya,” jelas Kurnia.

Meski tanpa pelajar, barisan Dinas Pendidikan tetap jadi sorotan. Para guru dan kepala sekolah kompak mengenakan baju bodo, jas tutup dan sarung sutera Luwu, kebaya, hingga pakaian adat dari berbagai daerah. Warna-warni kain etnik berpadu di sepanjang jalan protokol Malili.

Kurnia menegaskan, keikutsertaan guru adalah bentuk dukungan moral terhadap pelestarian budaya.

“Kami ingin tunjukkan bahwa pendidikan dan kebudayaan itu satu paket. Kami di sekolah tetap ajarkan nilai budaya ke siswa, dan hari ini kami yang praktik langsung di lapangan,” katanya.

Karnaval HUT ke-23 ini diikuti ribuan masyarakat dengan beragam pakaian adat. Yel-yel “Dirgahayu Luwu Timur” menggema diiringi musik tradisional dan penampilan komunitas seni daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *