Luwu Timur – Semangat ibadah sejak dini ditanamkan di SDN 226 Patande, Kecamatan Malili. Kepala Sekolah Suarni Rapa Baralangi,S.Pd.,M.Pd. memberikan reward atau penghargaan kepada peserta didik “Pejuang Subuh” yang tidak pernah absen sholat subuh berjamaah selama kurang lebih 2 bulan.
Kegiatan sederhana namun penuh makna ini menjadi cara sekolah menumbuhkan karakter religius pada anak-anak.
Penghargaan diberikan langsung oleh Kepala Sekolah di halaman sekolah, disaksikan guru dan seluruh siswa. Para penerima reward adalah siswa yang konsisten mengikuti sholat subuh berjamaah di masjid atau mushola dekat rumahnya dan rutin melapor ke guru.
“Saya lakukan ini kepada anak didik kami yang Pejuang Subuh. Semoga semakin giat lagi melaksanakan sholat berjamaah, bukan hanya sholat subuh, tapi sholat wajib lainnya,” ujar Suarni Rapa Minggu 6/9/2026.
Menurutnya, pembiasaan ibadah sejak usia sekolah dasar sangat penting. Jika anak terbiasa bangun subuh dan sholat berjamaah, maka disiplin, tanggung jawab, dan akhlak baik akan terbentuk dengan sendirinya.
Suarni menegaskan, sekolah tidak hanya fokus pada nilai akademik. Pembentukan karakter dan spiritual anak juga menjadi prioritas utama SDN 226 Patande.
“Reward ini bentuk apresiasi kecil. Tujuannya agar anak-anak lain juga termotivasi. Kita ingin melahirkan generasi yang cerdas otaknya, kuat imannya, dan berakhlak mulia,” tambahnya.
Para orang tua pun menyambut baik program ini. Mereka mengaku anaknya jadi lebih semangat bangun pagi dan tidak malas ke masjid.
Langkah SDN 226 Patande ini sejalan dengan visi pendidikan Luwu Timur untuk mencetak generasi yang cerdas, sehat, berkarakter, dan berdaya saing.
Dengan adanya “Pejuang Subuh”, diharapkan akan lahir lebih banyak siswa yang menjadikan sholat sebagai kebutuhan, bukan beban. Karena dari kebiasaan kecil inilah, masa depan besar sebuah bangsa dimulai.
