Gempa M6,7 Guncang Sulteng, Palu-Sigi-Parigi-Poso Terdampak, 42 Gempa Susulan Terjadi PALU – Gempa bumi tektonik

oleh
Oplus_131072

 

PALU – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah pada Selasa, Guncangan terasa kuat di Kota Palu, Kabupaten Sigi, Parigi Moutong, dan Poso hingga membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah.

What: Gempa bumi tektonik M6,7 yang disusul 42 kali gempa susulan hingga pukul 13.38 WITA. Rinciannya: 1 kali M5, 10 kali M4, 31 kali M3, dan 4 kali M2.

When: Gempa utama terjadi Selasa, 16 Juni 2026 pukul 10.27 WITA. Laporan diterima BPBD Sulteng pukul 12.25 WITA. Selasa 16/ 06 / 2026

Where: Episenter gempa berada di darat pada koordinat 1,03 LS; 120,24 BT atau 42 km Tenggara Palu, Sulawesi Tengah, dengan kedalaman 10 km. Wilayah terdampak meliputi Kota Palu, Kab. Sigi, Kab. Parigi Moutong, dan Kab. Poso.

Who: Warga di 4 kabupaten/kota terdampak langsung. Hingga pukul 13.38 WITA, data pengungsi dan korban jiwa masih dalam pendataan BPBD. Kalak BPBD Sulteng Ir. Asbudianto, S.T. telah melaporkan update ke BNPB RI, Mensos RI, Gubernur Sulteng, dan jajaran terkait.

Why: BMKG menyebut gempa dipicu aktivitas tektonik. Karena pusat gempa di darat dan dangkal 10 km, guncangan terasa kuat dan memicu kerusakan infrastruktur.

How: Dampak gempa menyebabkan kerusakan di sejumlah titik:

Kota Palu: Terjadi keretakan pada Jembatan 3 Palu. Beberapa bangunan dilaporkan roboh.

Kab. Sigi: Beberapa bangunan roboh, Gunung Kamarora longsor, dan saluran air terputus.

Kab. Parigi Moutong: Beberapa bangunan mengalami kerusakan.

Kab. Poso: Beberapa bangunan rusak dan akses jalan di Napu mengalami kerusakan.

BPBD Sulteng bersama TRC dan Pusdalops BPBD Kota Palu, Kab. Sigi, Kab. Parigi Moutong, dan Kab. Poso saat ini masih melakukan assessment di lapangan. Koordinasi lintas kabupaten terus dilakukan untuk update data korban dan kerusakan.

Situasi terkini pukul 13.38 WITA dilaporkan aman kondusif. Namun masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi gempa susulan. BPBD Sulteng menyatakan belum ada kebutuhan mendesak.

“Kepada warga kami minta tetap tenang, jangan panik, dan tidak terpengaruh isu hoaks. Pastikan informasi hanya dari BMKG dan BPBD,” tegas Kepala Pelaksana BPBD Sulteng, Ir. Asbudianto, S.T.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *