GANN Luwu Timur Desak Sekolah Lakukan Tes Urine, Andi Yuliarni : Jangan Biarkan Narkoba Merampas Masa Depan Anak Bangsa

oleh

Luwu Timur – Maraknya penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda mendorong GANN Luwu Timur menyerukan langkah nyata melalui penguatan peran keluarga, sekolah, dan rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkoba. Jumat 7 / 08 / 2026

Ancaman penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) di kalangan generasi muda kian mengkhawatirkan. Kondisi tersebut mendorong Ketua DPC Generasi Anti Narkoba Nasional (GANN) Luwu Timur, Andi Yuliarni  S.E.mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergerak bersama menyelamatkan generasi bangsa dari bahaya narkoba sebelum semakin banyak anak muda menjadi korban.

Menurut Andi Yuliarni, keluarga merupakan garda terdepan dalam mencegah penyalahgunaan narkoba. Orang tua dituntut membangun komunikasi yang terbuka dengan anak serta memahami lingkungan pergaulan mereka agar potensi penyalahgunaan narkoba dapat dicegah sejak dini.

Mari kita selamatkan generasi bangsa dari bahaya narkoba. Pencegahan harus dimulai dari rumah. Orang tua harus hadir, membangun komunikasi yang baik dengan anak, memahami pergaulan mereka, dan tidak lengah terhadap perubahan perilaku yang mengarah pada penyalahgunaan narkoba,” tegas Andi Nirwana.

Selain memperkuat peran keluarga, GANN Luwu Timur juga meminta seluruh satuan pendidikan untuk melakukan tes urine secara berkala kepada siswa sebagai langkah deteksi dini terhadap penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah.

Menurutnya, tes urine bukan bertujuan memberikan stigma atau menghukum siswa, melainkan sebagai upaya penyelamatan agar mereka yang terindikasi menggunakan narkoba dapat segera memperoleh penanganan yang tepat.

Jika ditemukan siswa yang terindikasi menggunakan narkoba, maka langkah yang harus diambil adalah rehabilitasi. Mereka harus diselamatkan, dipulihkan dari ketergantungan, dan diberikan kesempatan untuk kembali menjalani masa depan yang lebih baik. Pencegahan dan rehabilitasi adalah bentuk kepedulian, bukan hukuman,” ujarnya.

Andi Yuliarni menegaskan bahwa perang melawan narkoba tidak dapat dibebankan hanya kepada aparat penegak hukum. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, sekolah, keluarga, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, dan seluruh lapisan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba.

Ia berharap kesadaran masyarakat terus meningkat sehingga upaya pencegahan dapat dilakukan secara masif dan berkelanjutan.

Jangan biarkan narkoba merampas masa depan anak-anak kita. Menyelamatkan satu generasi berarti menjaga masa depan daerah dan bangsa. Ini adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkas Andi Yuliarni.

Dengan langkah pencegahan yang konsisten, edukasi yang berkelanjutan, serta rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkoba, GANN Luwu Timur optimistis lahir generasi yang sehat, produktif, dan terbebas dari ancaman narkoba.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *