MAKASSAR – Tujuh anak hilang. Empat ditemukan dalam kondisi termutilasi. Ketika seorang anak kembali diculik, empat jurnalis perempuan memilih turun langsung memburu predator yang bersembunyi di balik rangkaian kejahatan itu.
Kisah mencekam tersebut terasa di layar bioskop Makassar saat film Memburu Pemangsa menggelar agenda nonton duluan, Jumat (19/9/2026).
Film garapan Umay Shahab itu menggabungkan horor, kriminal, dan aksi dalam cerita tentang perburuan predator anak.
Agnes (Laura Basuki), pemimpin redaksi Daily Wave News, bersama Cia (Prilly Latuconsina), Brina (Taskya Namya), dan Anya (Yasamin Jasem), tidak sekadar mengejar berita.
Mereka berpacu dengan waktu untuk menemukan korban berikutnya sekaligus mengungkap siapa sebenarnya pemangsa yang selama ini mereka buru.
Dalam investigasi tersebut, mereka mendapat bantuan dari polisi bernama Petra yang diperankan Andi Mashadi.
Ketegangan film semakin terasa karena empat jurnalis perempuan itu bukan digambarkan sebagai karakter yang pasif. Mereka justru berada di garis depan, menghadapi ancaman dan mengejar pelaku.
Sutradara Umay Shahab mengatakan kekerasan terhadap anak menjadi salah satu isu utama yang ingin disampaikan melalui film tersebut.
“Orang yang melakukan tindakan kekerasan pada anak adalah serendah-rendahnya manusia,” ujar Umay.
Taskya Namya mengaku ikut terbawa secara emosional ketika memainkan karakter Brina.
“Aku juga akan melakukan apapun seperti Brina dan teman-teman jurnalisnya, mengejar dan tidak membiarkan pemangsa ini untuk lolos,” katanya.
Tak hanya mengandalkan atmosfer horor, Memburu Pemangsa juga menyajikan adegan laga. Yasamin Jasem mengatakan para pemain menjalani workshop action selama tiga bulan sebelum proses produksi.
Makassar menjadi salah satu dari tujuh kota yang mendapat kesempatan menyaksikan film tersebut lebih dulu. Agenda serupa digelar di Jakarta, Depok, Bogor, Bekasi, dan Yogyakarta serta Medan.
Memburu Pemangsa dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 24 September 2026.
