Luwu Timur– Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, kian mengkhawatirkan. Peristiwa kebakaran yang disebut terjadi hampir setiap hari ini tidak hanya mengancam kelestarian lingkungan, tetapi juga mengakibatkan kerugian bagi masyarakat, khususnya para petani merica.
Herdinang, S.Ag., M.M., selaku warga Luwu Timur, menyampaikan keprihatinannya atas rentetan kebakaran yang terus terjadi. Ia meminta aparat penegak hukum (APH) turun tangan untuk menyelidiki penyebab kebakaran yang melanda kawasan hutan dan kebun milik masyarakat tersebut. Minggu 18/10/2026
Menurut Herdinang, frekuensi kebakaran yang terjadi hampir setiap hari menimbulkan kecurigaan di tengah masyarakat. Ia menduga ada kemungkinan keterlibatan oknum yang sengaja melakukan pembakaran. Namun, dugaan tersebut perlu ditelusuri lebih lanjut melalui penyelidikan yang profesional dan berdasarkan bukti.
“Peristiwa kebakaran ini sudah tidak wajar lagi. Kejadiannya hampir setiap hari, sehingga kami meminta aparat penegak hukum turun tangan untuk menyelidiki penyebabnya. Kami khawatir ada oknum yang sengaja melakukan pembakaran,” demikian inti kekhawatiran yang disampaikan Herdinang.
Ia juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini, kebakaran tersebut diperkirakan telah menghanguskan ratusan hektare kebun merica milik warga. Kondisi ini tentu menjadi pukulan berat bagi masyarakat yang menggantungkan penghidupan mereka pada sektor perkebunan.
Bagi para petani, kebun merica bukan sekadar lahan pertanian, melainkan sumber pendapatan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Jika kebakaran terus meluas, dampaknya tidak hanya dirasakan dari hilangnya tanaman produktif, tetapi juga berpotensi mengancam keberlangsungan ekonomi masyarakat dalam jangka panjang.
Atas kondisi tersebut, Herdinang berharap aparat penegak hukum bersama instansi terkait segera melakukan penyelidikan menyeluruh guna mengungkap penyebab kebakaran, termasuk menelusuri kemungkinan adanya unsur kesengajaan apabila ditemukan indikasi dan bukti yang mendukung.
Selain penegakan hukum, langkah cepat untuk mengendalikan kebakaran dan mencegah meluasnya titik api juga dinilai penting agar kerusakan lingkungan serta kerugian masyarakat tidak semakin bertambah.
Masyarakat berharap peristiwa ini mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan seluruh pihak terkait. Penanganan yang cepat, transparan, dan tegas diperlukan agar penyebab kebakaran dapat terungkap serta masyarakat merasa terlindungi.
Liputan, Munar
