Kesbangpol Luwu Timur Perkuat Wawasan Kebangsaan, Satlinmas Diajak Rawat Persatuan di Tengah Keberagaman

oleh

LUWU TIMUR — Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus mendorong penguatan wawasan kebangsaan sebagai fondasi dalam menjaga persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman masyarakat. Kamis 24/9/2026

Upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Wawasan Kebangsaan yang digelar di Aula Hotel Sikumbang, Kecamatan Tomoni, Kabupaten Luwu Timur. Kegiatan ini diikuti para undangan dari Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) desa dan kelurahan se-Kabupaten Luwu Timur.

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari unsur TNI dan Polri, termasuk Wakapolres, yang memberikan pemahaman terkait wawasan kebangsaan, kesadaran nasional, serta pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat.

Dari unsur Kesbangpol, M. Raya Tahir Gani, S.E., M.Si., menekankan bahwa wawasan kebangsaan tidak sebatas memahami konsep kehidupan berbangsa dan bernegara. Lebih dari itu, wawasan kebangsaan harus tercermin dalam kemampuan masyarakat memahami sejarah dan budaya bangsa serta menghargai perbedaan.

Menurutnya, keberagaman yang dimiliki Indonesia, termasuk di Kabupaten Luwu Timur, merupakan kekuatan yang harus dirawat bersama.

“Wawasan kebangsaan yang kuat adalah bagaimana kita memahami budaya dan sejarah bangsa, mampu menerima segala perbedaan yang ada dengan menjadikan budaya dan cinta kasih sebagai perekatnya,” ujar M. Raya Tahir Gani.

M. Raya Tahir Gani juga menyoroti pentingnya mengimplementasikan nilai-nilai kearifan lokal dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, kearifan lokal memiliki nilai-nilai religius yang relevan untuk membangun karakter masyarakat.

Nilai tersebut, kata dia, perlu diterapkan mulai dari kehidupan pribadi, bermasyarakat, hingga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Peningkatan kesadaran nasional dapat dilakukan melalui implementasi nilai-nilai kearifan lokal yang juga merupakan nilai-nilai religi, baik dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa maupun bernegara,” jelasnya.

Ia berharap penguatan wawasan kebangsaan dapat menjadi bagian dari upaya mempercepat tercapainya tujuan pembangunan, baik di tingkat nasional maupun daerah.

“Insya Allah dengan wawasan kebangsaan kita dapat lebih baik dan lebih cepat menuju arah tujuan pembangunan nasional, termasuk pembangunan daerah Kabupaten Luwu Timur yang maju, sejahtera, JUARA, dalam nuansa yang religius,” tuturnya.

Kehadiran Satlinmas dari desa dan kelurahan se-Kabupaten Luwu Timur menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Sebagai unsur yang berada dekat dengan masyarakat, Satlinmas memiliki peran dalam mendukung terciptanya ketenteraman dan ketertiban di lingkungan masing-masing.

Karena itu, penguatan wawasan kebangsaan diharapkan tidak berhenti pada ruang pelatihan. Pengetahuan yang diperoleh peserta diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sosial, terutama dalam membangun komunikasi, menjaga toleransi, dan merawat persatuan di tengah masyarakat yang beragam.

Dengan menggandeng unsur TNI dan Polri serta melibatkan Satlinmas desa dan kelurahan, pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan.

Semangat persatuan, kecintaan terhadap budaya, penghargaan terhadap perbedaan, serta pengamalan nilai-nilai religius diharapkan terus menjadi modal sosial dalam mengawal pembangunan Kabupaten Luwu Timur yang maju, sejahtera, dan JUARA.

 

 

Liputan, Munar, Indah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *