LUWU TIMUR – Sebuah video yang beredar luas di media sosial, Jumat, 26 Desember 2025, memperlihatkan kondisi air Sungai Malili yang berubah menjadi cokelat pekat. Fenomena tersebut langsung menuai sorotan tajam dan beragam komentar dari warganet.
Sungai Malili yang selama ini dikenal jernih, asri, serta menjadi salah satu ikon Kabupaten Luwu Timur, tampak jauh dari kondisi biasanya. Dalam video tersebut, aliran sungai terlihat sangat keruh menyerupai lumpur yang mengalir deras mengikuti arus sungai.
Video itu diunggah oleh akun Facebook gitaa dengan keterangan singkat bertuliskan “Sungai Malili ngeri”.
Rekaman berdurasi singkat tersebut memicu kekhawatiran masyarakat terhadap kondisi lingkungan, khususnya keberlangsungan ekosistem Sungai Malili.
Dalam unggahannya, pemilik akun menuliskan narasi bernada keprihatinan terhadap kondisi air sungai yang dinilai tidak wajar.
“Di sini bukanmi kayaknya air yang mengalir, tapi lumpurmi. Kentara to gaes tanah mi yang mengalir, bagaimana gaess,” tulisnya.
Unggahan tersebut pun langsung dibanjiri komentar warganet. Banyak pengguna media sosial mempertanyakan penyebab berubahnya warna air Sungai Malili, bahkan sebagian di antaranya menyuarakan kekhawatiran akan dampak lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Sejumlah warganet menduga adanya aktivitas tertentu di wilayah hulu sungai yang memicu kekeruhan air, sementara lainnya mendesak pihak terkait agar segera turun tangan melakukan penelusuran dan pemeriksaan lapangan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait penyebab berubahnya warna air Sungai Malili.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera memberikan penjelasan serta langkah penanganan guna menjaga kelestarian sungai kebanggaan Kabupaten Luwu Timur tersebut. (*)
