Bupati Luwu Timur Antar Kepergian Sahabat Satu Angkatan SMP Wasuponda

oleh

LUWU TIMUR – Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, melepas jenazah almarhum Sudirman Samadja di rumah duka, Kecamatan Wasuponda, Ahad (1/3/2026), dalam suasana haru dan penuh kehilangan.

Kepergian sosok yang akrab disapa Bapak Rudi atau Bapak Fadil itu begitu mendadak, meninggalkan duka mendalam bagi istri tercinta serta tujuh orang anak yang ditinggalkannya.

Almarhum dikenal sebagai salah satu pendiri Pondok Pesantren Al Fattah dan sosok yang sangat aktif di Masjid At Taqwa Wasuponda. Dedikasinya terhadap syiar Islam dan pembinaan umat telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Wasuponda.

Dalam sambutannya, Bupati Irwan tampak tak kuasa menyembunyikan rasa duka. Ia mengenang almarhum bukan hanya sebagai tokoh masyarakat, tetapi juga sebagai sahabat masa kecil.

“Bapak Fadil ini satu angkatan dengan saya di SMP Wasuponda. Teman kecil saya. Kami sama-sama aktif di masjid ini sejak dulu,” ungkap Irwan dengan suara bergetar.

Ia menuturkan, almarhum memang sejak kecil hingga dewasa tidak pernah jauh dari masjid. Perannya dalam mengingatkan waktu salat dan menghidupkan kegiatan keagamaan sudah menjadi bagian dari kesehariannya.

“Kalau beliau selalu mengingatkan shalat, itu sangat wajar. Karena memang sejak kecil sampai sekarang, tempat beliau selalu di masjid,” tambahnya.

Kepergian almarhum terasa begitu cepat dan mengejutkan. Sehari sebelumnya, almarhum masih beraktivitas seperti biasa. Ia masih bersama jamaah menjalankan ibadah puasa, mengumandangkan azan, bahkan membacakan sambutan Bupati pada malam sebelumnya. Seusai salat tarawih, almarhum pulang seperti biasa dan bersiap kembali beraktivitas.

“Semalam beliau masih bersama kita, masih puasa bersama, adzan, membacakan sambutan saya. Pulang tarawih, berangkat kerja. Dan subuh, hampir jam lima pas kita sahur, beliau meninggalkan kita semua,” tutur Irwan.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, pribadi, dan keluarga, Bupati Irwan menyampaikan ungkapan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya almarhum.

“Oleh karena itu, atas nama pemerintah daerah dan atas nama pribadi serta keluarga, kami menyampaikan duka yang mendalam atas berpulangnya ke Rahmatullah saudara kita, suami kita, ayahanda kita yang telah meninggalkan kita semua. Semoga beliau mendapat tempat yang layak di sisi Allah SWT,” pungkasnya.

Kepergian Sudirman Samadja bukan hanya kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat Wasuponda yang mengenalnya sebagai pribadi sederhana, istiqamah, dan sepenuh hati mengabdikan diri untuk agama serta umat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *