Adab di Atas Takhta: Renungan dari Ketulusan Irwan Bachri Syam

oleh

​Di bawah naungan kemegahan Masjid Al-Markaz Al-Islami Makassar, di sela-sela riuhnya suasana buka puasa bersama, sebuah pemandangan bisu namun sarat makna terekam oleh kamera;

Bukan tentang pidato politik yang menggelegar, bukan pula tentang pengawalan yang ketat, melainkan tentang sebuah bungkuk tubuh yang tulus;

​Di sana, Irwan Bachri Syam, sosok yang memikul amanah besar sebagai pemimpin Luwu Timur, meluruhkan segala atribut kekuasaannya;

Ia melangkah mendekat, lalu dengan penuh takzim meraih tangan Andi Hatta Marakarma—sang pendahulu, sang mantan bupati, dan yang terutama: sang orang tua;

​​Saat Irwan menundukkan kepala dan mencium tangan Andi Hatta, ia sedang mengirimkan pesan kuat kepada kita semua;

Di detik itu, ia bukan sedang berhadapan sebagai sesama politisi. Ia sedang menempatkan dirinya sebagai seorang murid di hadapan guru, seorang anak di hadapan ayah, dan seorang penerus di hadapan perintis.

(Alpian Alwi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *