Luwu Timur– Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penguatan Kewaspadaan Dini dan Antisipasi Dinamika Ancaman Radikalisme dalam Menjaga Stabilitas Keamanan, Kamis (29/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu Timur tersebut dibuka oleh Bupati Luwu Timur yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda), Dr. Ramadhan Pirade.
Rakor ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi pemerintah daerah, aparat keamanan, serta seluruh elemen masyarakat untuk mengantisipasi potensi berkembangnya paham radikalisme yang dapat mengancam persatuan, kerukunan, dan stabilitas daerah.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakapolres Luwu Timur Kompol Hajriadi, Dandim 1403 Palopo yang diwakili Pabung Luwu Timur Mayor Arm Syafaruddin, perwakilan BNPT Sulawesi Selatan, kepala OPD lingkup Pemkab Luwu Timur, Camat Malili, kepala desa se-Kabupaten Luwu Timur, Kapolsek se-Luwu Timur, Babinsa dan Bhabinkamtibmas, pengurus FKUB, serta tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Sekda Luwu Timur, Dr. Ramadhan Pirade, menyampaikan apresiasi kepada Kesbangpol dan seluruh pihak yang telah berinisiatif menyelenggarakan kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan, ketenteraman, dan keharmonisan kehidupan bermasyarakat.
Ia menegaskan bahwa radikalisme merupakan tantangan serius yang membutuhkan perhatian dan keterlibatan bersama. Paham yang mengedepankan kekerasan, intoleransi, serta pemaksaan kehendak dinilai dapat mengancam persatuan dan keutuhan bangsa.
“Pencegahan radikalisme tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah atau aparat keamanan. Upaya ini membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, lingkungan pendidikan, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, organisasi kemasyarakatan, hingga seluruh perangkat daerah,” ujar Ramadhan.
Menurutnya, Kabupaten Luwu Timur memiliki keberagaman suku, agama, budaya, dan latar belakang sosial yang merupakan kekayaan sekaligus kekuatan daerah. Karena itu, perbedaan harus menjadi landasan untuk memperkuat sikap saling menghormati, toleransi, dan kebersamaan, bukan menjadi sumber perpecahan.
Ramadhan juga menekankan pentingnya rapat koordinasi tersebut sebagai wadah untuk menyamakan persepsi, memperkuat komunikasi, bertukar informasi, serta merumuskan langkah-langkah strategis dalam mencegah berkembangnya paham radikal di wilayah Luwu Timur.
Ia berharap, hasil rakor tidak berhenti pada diskusi, tetapi dapat diwujudkan dalam rencana aksi yang konkret, pembagian peran yang jelas, serta evaluasi secara berkala.
“Melalui kegiatan ini, saya berharap sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, instansi terkait, dan seluruh elemen masyarakat semakin kuat sehingga Kabupaten Luwu Timur senantiasa menjadi daerah yang aman, harmonis, toleran, dan sejahtera,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Luwu Timur, Salam Latief, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan memperkuat koordinasi dan sinergi antara pemerintah daerah, unsur Forkopimda, serta elemen masyarakat dalam mencegah dan menanggulangi penyebaran paham radikalisme yang berpotensi mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.
Ia mengatakan, rakor ini juga diarahkan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai bahaya radikalisme dan dampaknya terhadap kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Selain itu, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama lintas instansi, meningkatkan kewaspadaan dini terhadap potensi penyebaran paham intoleransi dan kekerasan, serta mendorong peran aktif tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kerukunan.
“Melalui rakor ini, kami berharap dapat dirumuskan langkah-langkah strategis dan tindak lanjut yang dapat dilaksanakan secara bersama dan berkelanjutan,” ungkap Salam Latief.
Ia juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bupati Luwu Timur, unsur Forkopimda, para narasumber, peserta, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Salam berharap, melalui penguatan koordinasi dan sinergi seluruh pemangku kepentingan, upaya pencegahan penyebaran paham radikalisme di Luwu Timur dapat berjalan lebih efektif.
Dengan demikian, Kabupaten Luwu Timur diharapkan terus menjadi daerah yang aman, damai, harmonis, dan sejahtera, dengan semangat persatuan serta toleransi yang senantiasa terjaga di tengah keberagaman masyarakatnya.
