Asap Tebal Kepung Sekolah di Pesisir Towuti, Ketua Dewan Pendidikan Luwu Timur Sarankan Pembelajaran dari Rumah

oleh

Luwu Timur– Kabut asap tebal yang menyelimuti kawasan pesisir Towuti, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, mulai mengganggu aktivitas belajar mengajar di sejumlah sekolah, mulai dari jenjang Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar Negeri (SDN), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran, terutama terhadap kesehatan dan keselamatan para peserta didik. Asap yang masuk ke dalam ruang kelas dilaporkan membuat sejumlah anak mengalami mata perih dan batuk, sehingga konsentrasi mereka saat mengikuti pelajaran ikut terganggu. Jumat 23/10/2026

Menyikapi situasi tersebut, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Luwu Timur, Herdinang, S.Ag., M.M., menyarankan agar pemerintah daerah dan pihak terkait mempertimbangkan penerapan pembelajaran dari rumah atau Belajar dari Rumah (BDR) bagi sekolah-sekolah di wilayah Loeha Raya dan Mahalona Raya.

Menurutnya, kondisi lingkungan yang dipenuhi asap perlu menjadi perhatian serius, mengingat anak-anak merupakan kelompok yang rentan terhadap dampak pencemaran udara. Keselamatan dan kesehatan peserta didik harus menjadi pertimbangan utama dalam menentukan keberlangsungan kegiatan belajar mengajar.

Penerapan pembelajaran dari rumah dinilai dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi paparan asap terhadap siswa, sembari menunggu kondisi udara kembali membaik. Dengan demikian, proses pendidikan tetap dapat berlangsung tanpa mengabaikan aspek kesehatan dan keselamatan anak-anak.

Situasi ini diharapkan mendapat perhatian cepat dari pemerintah daerah, Dinas Pendidikan, pihak sekolah, serta instansi terkait lainnya. Pemantauan kualitas udara dan kondisi kesehatan siswa juga penting dilakukan agar langkah penanganan yang diambil sesuai dengan perkembangan situasi di lapangan.

Di tengah kondisi tersebut, perlindungan terhadap peserta didik perlu menjadi prioritas bersama. Jangan sampai kabut asap yang menyelimuti kawasan pesisir Towuti tidak hanya mengganggu proses belajar, tetapi juga berdampak pada kesehatan generasi muda di Loeha Raya dan Mahalona Raya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *