Luwu Timur – Jika adzan sudah berkumandang di Masjid Babussalam Desa Tole, Kecamatan Towuti, jemaah pasti akan mencari sosok sederhana ini. Dialah Pak Angzar Pabianan.
Petani di pagi hari, Imam Masjid di waktu sholat. Dua peran itu ia jalani bertahun-tahun dengan penuh keikhlasan. Kamis 22/10/2026
Namun siapa sangka, di balik kekhusyukan saat menjadi imam, ada perjuangan berat yang sering ia sembunyikan. Motor tuanya yang sering mogok pernah memaksanya berjalan kaki sejauh 3 kilometer sepulang dari kebun, hanya demi memastikan ia tetap bisa tepat waktu memimpin sholat.
“Itu sudah jadi risiko. Lelah tetap harus jadi imam,” kenangnya lirih.
Kini, lelah itu sedikit terobati. Senyum Pak Angzar merekah saat menerima bantuan kendaraan dinas dari Pemerintah Kabupaten Luwu Timur.
Di bawah kepemimpinan Bupati Irwan Bachri Syam dan Wakil Bupati Puspawati Husler, pemerintah hadir bukan hanya membangun jalan, tapi juga memuliakan para penjaga masjid.
“Saya sangat bersyukur. Terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati atas perhatiannya kepada kami pengurus masjid. Perjuangan kami jadi lebih ringan, semangat mengabdi semakin kuat,” ungkapnya.
Bagi Pak Angzar, motor itu bukan sekadar besi dan roda. Itu adalah penyemangat untuk terus mengabdi kepada umat, sembari tetap menjadi petani yang menafkahi keluarga.
Liputan, Munar
