Luwu Timur – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Baruga, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, mulai memetik hasil dari pengembangan unit usaha ayam petelur. Panen perdana telur ayam menjadi langkah awal bagi BUMDes Baruga untuk memperkuat ekonomi desa sekaligus membuka peluang pemenuhan kebutuhan telur bagi masyarakat hingga perusahaan.
Panen perdana ini menjadi momen membanggakan bagi pengelola BUMDes Baruga. Usaha tersebut diharapkan tidak hanya menjadi sumber pendapatan desa, tetapi juga mampu menghadirkan pasokan telur yang lebih mudah dijangkau oleh masyarakat setempat. Jumat 9/10/2026
Bendahara BUMDes Baruga, Hilda, mengungkapkan rasa syukur atas hasil awal dari usaha ayam petelur yang mulai menunjukkan perkembangan sesuai harapan.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Desa Baruga dan masyarakat yang telah memberikan kepercayaan kepada pengelola BUMDes untuk menjalankan dan mengembangkan unit usaha tersebut.
“Kami sangat bersyukur karena usaha yang kami jalankan mulai menunjukkan hasil sesuai harapan. Terima kasih kepada Pemerintah Desa Baruga dan seluruh masyarakat atas kepercayaan yang diberikan. Insyaallah, ke depan kami akan semakin giat mengembangkan dan membesarkan usaha ini,” ujar Hilda.
Sementara itu, Direktur BUMDes Baruga, Andi Aswan, berharap unit usaha ayam petelur dapat terus berkembang dan memperoleh dukungan dari seluruh elemen masyarakat.
Andi Aswan juga menjelaskan alasan harga telur ditetapkan sebesar Rp50.000 per rak. Menurutnya, harga tersebut dipengaruhi oleh kenaikan harga pakan ayam yang saat ini semakin tinggi dibandingkan bulan sebelumnya.
“Kami berharap masyarakat memahami bahwa harga telur Rp50.000 per rak ini dipengaruhi oleh kenaikan harga pakan. Biaya operasional harus tetap diperhitungkan agar usaha ini bisa terus berjalan dan berkembang,” jelasnya.
Menurut Andi Aswan, dukungan masyarakat sangat penting untuk menjaga keberlangsungan usaha BUMDes. Dengan dukungan bersama, unit usaha ayam petelur diharapkan dapat tumbuh lebih besar, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi perekonomian desa.
Selain itu, keberadaan usaha ini diharapkan memudahkan masyarakat memperoleh telur untuk kebutuhan sehari-hari tanpa harus pergi jauh mencari pasokan.
Pengelola BUMDes Baruga pun menyatakan kesiapan untuk melayani kebutuhan telur, baik bagi rumah tangga maupun perusahaan yang membutuhkan pasokan dalam jumlah tertentu, sesuai ketersediaan produksi.
Ke depan, BUMDes Baruga berharap dapat meningkatkan produksi, memperluas jangkauan pemasaran, serta memperkuat pengelolaan usaha agar semakin mandiri dan mampu memberikan kontribusi bagi desa.
Panen perdana ini bukan sekadar menghasilkan telur, tetapi juga menjadi awal dari upaya membangun kemandirian ekonomi melalui potensi lokal.
Dengan semangat kebersamaan dan dukungan masyarakat, BUMDes Baruga optimistis unit usaha ayam petelur dapat berkembang menjadi salah satu penggerak ekonomi desa sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi warga.
