Pejuang Subuh Bupati Luwu Timur Disambut Positif, Didorong Jadi Budaya Anak Muda

oleh

Luwu Timur — Gerakan Pejuang Subuh yang digagas Bupati Luwu Timur, Ir. H. Irwan Bachri Syam, S.T., IPM., terus mendapat dukungan dari berbagai kalangan.

Terbaru, gerakan tersebut kembali dilaksanakan melalui Salat Subuh berjamaah di Masjid Al-Ikhwan, Sorowako, Kecamatan Nuha, Sabtu (26/9/2026) pagi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda safari Pemerintah Kabupaten Luwu Timur ke kecamatan. Bupati Irwan Bachri Syam hadir langsung bersama jajaran pemerintah daerah, pengurus masjid, orang tua, serta anak-anak sekolah.

Suasana Subuh di Masjid Al-Ikhwan berlangsung khusyuk. Kehadiran anak-anak dan pelajar menjadi bagian penting dalam gerakan tersebut, yang diharapkan mampu menanamkan kebiasaan beribadah sekaligus membangun karakter sejak usia dini.

Dukungan terhadap program tersebut juga datang dari dunia pendidikan.

Kepala UPT SD Negeri 256 Dongi, Nasriana, S.Pd.SD., menyampaikan apresiasi sekaligus dukungan penuh terhadap Gerakan Pejuang Subuh yang dicanangkan Bupati Luwu Timur.

“Dengan adanya Program Bapak Bupati Ir. H. Irwan Bachri Syam tentang Pejuang Subuh, kami dari UPT SD Negeri 256 Dongi sangat mendukung gerakan ini,” kata Nasriana.

Namun, ia berharap program tersebut tidak berhenti sebatas kegiatan seremonial. Menurutnya, Gerakan Pejuang Subuh perlu dikawal secara berkelanjutan agar dapat tumbuh menjadi kebiasaan dan budaya positif di kalangan anak-anak.

“Gerakan Pejuang Subuh harus dikawal agar tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi budaya. Perlu ada sinergi antara orang tua, guru, dan pengurus masjid untuk memberikan motivasi,” ujarnya.

Nasriana menilai, keterlibatan tiga unsur tersebut sangat penting. Orang tua berperan membangun kebiasaan di rumah, guru memberikan penguatan dari lingkungan pendidikan, sementara pengurus masjid menciptakan suasana yang nyaman dan menarik bagi anak-anak.

Untuk menjaga semangat anak-anak agar tetap istiqomah, ia juga mengusulkan adanya inovasi dalam pelaksanaan program.

Salah satunya dengan memberikan apresiasi kepada anak-anak yang konsisten melaksanakan Salat Subuh berjamaah selama 40 hari.

“Seperti pemberian apresiasi kepada anak yang istiqomah 40 hari Subuh berjamaah, serta adanya sarapan bersama setelah Subuh agar anak lebih semangat,” tambahnya.

Menurut Nasriana, pendekatan seperti itu dapat membuat masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi ruang pembinaan dan kebersamaan bagi generasi muda.

Ia berharap Gerakan Pejuang Subuh dapat menjadi salah satu fondasi dalam membentuk generasi Luwu Timur yang memiliki kecerdasan intelektual sekaligus kekuatan spiritual.

“Semoga dengan adanya Pejuang Subuh, akan lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat imannya,” harapnya.

Salat Subuh berjamaah bersama Bupati Luwu Timur di Masjid Al-Ikhwan Sorowako kemudian ditutup dengan suasana penuh kebersamaan.

Gerakan Pejuang Subuh diharapkan terus berkembang dari masjid ke masjid dan menjadi gerakan bersama antara pemerintah, sekolah, keluarga, serta masyarakat dalam membentuk karakter generasi muda di Luwu Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *