Luwu Timur — Kemarau panjang yang melanda wilayah Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, mulai memberikan dampak serius terhadap aktivitas masyarakat di sekitar Danau Towuti. Debit air danau terus menyusut hingga menyebabkan puluhan kapal tradisional dan kapal motor KM Pangkilan mengalami kesulitan beroperasi.
Kondisi tersebut membuat aktivitas penyeberangan KM Pangkilan terpaksa dihentikan sejak sekitar dua pekan terakhir. Surutnya permukaan air menyebabkan kapal kesulitan melintas dan berisiko kandas di sejumlah titik perairan dangkal. Sabtu 26/9/2026
Sementara itu, kapal-kapal tradisional milik warga setempat juga menghadapi persoalan serupa. Agar tetap dapat bersandar, warga terpaksa melakukan pengerukan secara manual di sekitar bibir pantai yang mengalami pendangkalan.
Herdinang, S.Ag., M.M., mengatakan kondisi tersebut membutuhkan perhatian serius dari pemerintah, khususnya Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Selatan dan Dinas Perhubungan Kabupaten Luwu Timur.
Menurutnya, pembenahan di kawasan dermaga dan pesisir Danau Towuti perlu segera dilakukan agar aktivitas transportasi masyarakat tidak semakin terganggu.
“Sejak sebulan terakhir, air Danau Towuti turun drastis. Pasokan air dari sungai-sungai yang berada di sekitar 10 desa juga sangat kecil akibat kemarau panjang,” ujarnya.
Kemarau Diperparah Kebakaran Hutan dan Lahan
Persoalan kekeringan di kawasan Towuti semakin kompleks karena bersamaan dengan terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Kebakaran dilaporkan masih berlangsung hingga saat ini dan telah menghanguskan ratusan hektare kebun milik warga.
Tidak hanya lahan perkebunan, kawasan hutan lindung juga disebut turut terdampak kobaran api. Asap tebal bahkan menyelimuti wilayah Towuti dan sejumlah daerah di sekitarnya sehingga mengganggu aktivitas masyarakat.
Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran, terutama apabila kemarau panjang dan kebakaran hutan serta lahan terus berlangsung. Menurunnya debit air danau, terganggunya transportasi, serta kerusakan lahan menjadi persoalan yang saling berkaitan dan membutuhkan penanganan secara terpadu.
Karena itu, diperlukan langkah konkret dari seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, instansi terkait, aparat, masyarakat, hingga pihak-pihak yang memiliki kewenangan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan.
Penanganan kawasan dermaga, pengawasan terhadap kebakaran hutan dan lahan, serta upaya menjaga sumber-sumber air di sekitar Danau Towuti dinilai penting dilakukan secara bersamaan agar kondisi tidak semakin memburuk.
Danau Towuti bukan hanya menjadi salah satu kawasan perairan penting di Luwu Timur, tetapi juga menjadi bagian dari aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat. Surutnya air danau kini menjadi sinyal bahwa dampak kemarau panjang mulai dirasakan secara nyata oleh warga.
Liputan, Munar/ Indah
