Pejuang Subuh di Burau Semarak, Kadis Pendidikan Lutim Turun Langsung Temui Guru dan Siswa

oleh

Luwu Timur — Suasana khidmat dan penuh kebahagiaan mewarnai pelaksanaan Pejuang Subuh di Masjid Attaqwa, Kecamatan Burau, Kabupaten Luwu Timur. Antusiasme para siswa untuk hadir dan melaksanakan salat Subuh berjamaah menjadi pemandangan yang menarik dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan Pejuang Subuh ini diikuti peserta didik yang berada di sekitar Masjid Attaqwa Burau. Mereka hadir bersama para guru dan kepala sekolah untuk mengikuti salat Subuh berjamaah sekaligus mempererat silaturahmi. Sabtu 19/9/2026

Kehadiran para siswa mendapat perhatian langsung dari jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Luwu Timur. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Luwu Timur, Raoda K, S.Pd., M.Si., hadir bersama Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Darmawan, S.E., M.M., Kepala Seksi Kurikulum, Ketua K3S Kabupaten, serta para kepala sekolah SD dan SMP se-Kecamatan Burau.

Dalam tausiyahnya, Raoda K menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh jamaah dan para Pejuang Subuh yang telah hadir serta mendukung program pemerintah.

“Terima kasih banyak kepada seluruh jamaah dan para Pejuang Subuh yang telah mendukung program pemerintah,” ujar Raoda K.

Ada hal menarik di balik kehadiran Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan beserta jajarannya dalam kegiatan Pejuang Subuh tersebut.

Jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Luwu Timur melakukan kunjungan ke berbagai kecamatan dengan menginap langsung di wilayah tersebut. Langkah ini dilakukan untuk memantau pelaksanaan Pejuang Subuh sekaligus membangun komunikasi dan silaturahmi yang lebih dekat dengan para guru.

Dalam kesempatan tersebut, para guru diberikan ruang untuk menyampaikan berbagai kondisi dan persoalan yang mereka hadapi di sekolah masing-masing.

Mulai dari kebutuhan sekolah hingga berbagai keluhan yang berkaitan dengan pelaksanaan proses pendidikan, semuanya dapat disampaikan secara langsung kepada jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Pendekatan turun langsung ke lapangan ini menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk mendengar kondisi sekolah secara lebih nyata, tidak hanya melalui laporan administratif.

“Dengan turun langsung, kita bisa mendengar dan melihat kondisi sekolah serta apa yang menjadi kebutuhan dan keluhan para guru,” demikian semangat yang dibangun dalam kegiatan tersebut.

Tak berhenti pada kegiatan Pejuang Subuh, aktivitas jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bersama para guru dan peserta didik kemudian dilanjutkan dengan kegiatan Sabtu Sehat Juara SSJ.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memadukan nilai-nilai keagamaan, silaturahmi, kepedulian terhadap dunia pendidikan, sekaligus membangun pola hidup sehat di kalangan peserta didik dan tenaga pendidik.

Semangat para siswa yang rela bangun pagi dan hadir di masjid menunjukkan bahwa pembentukan karakter generasi muda dapat dilakukan melalui kegiatan sederhana namun sarat makna.

Pejuang Subuh di Kecamatan Burau pun bukan sekadar kegiatan salat berjamaah. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antara pemerintah, guru, peserta didik, dan masyarakat.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap program Pemerintah Kabupaten Luwu Timur di bawah kepemimpinan Ir. H. Irwan Bahri Syam, S.T., I.P.M. dan Ir. Hj. Puspawati Husler, dalam membangun generasi yang berkarakter, sehat, religius, dan memiliki semangat kebersamaan.

Dari Masjid Attaqwa Burau, semangat Pejuang Subuh kembali menggema: membangun kebiasaan baik dari waktu Subuh, mempererat silaturahmi, dan menghadirkan pendidikan yang semakin dekat dengan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *