Prima Eyza: “Pejuang Subuh, Ikhtiar Baik untuk Menanamkan Karakter Sejak Dini

oleh
Oplus_131072

 

Luwu Timur – Anggota DPRD Kabupaten Luwu Timur, Hj. Prima Eyza Purnama, SH, mengapresiasi program “Pejuang Subuh” yang digagas oleh Bupati Luwu Timur. Menurutnya, program ini merupakan salah satu ikhtiar baik dalam membangun karakter generasi muda melalui pembiasaan nilai-nilai keagamaan sejak dini.

“Program Pejuang Subuh yang digagas Bupati Luwu Timur merupakan salah satu ikhtiar yang patut diapresiasi dalam membangun karakter generasi muda melalui pembiasaan nilai-nilai keagamaan sejak dini,” ujar Prima Eyza. Senin 14/9/2026

Politisi dan praktisi pendidikan dasar ini menilai, di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, kehadiran ruang pembiasaan positif bagi generasi muda menjadi sangat penting. Pembangunan daerah, lanjutnya, harus seimbang antara pembangunan fisik dengan pembangunan kualitas manusia dan karakternya.

Prima Eyza menegaskan, nilai penting dari “Pejuang Subuh” bukan hanya pada kehadiran anak-anak di masjid saat Subuh. Lebih dari itu, program ini membangun kebiasaan baik.

“Nilai penting dari Pejuang Subuh bukan semata-mata pada hadirnya anak-anak di masjid saat Subuh, tetapi terlebih pada proses membangun kebiasaan baik; belajar disiplin, menghargai waktu, menumbuhkan kecintaan terhadap ibadah, serta mendekatkan anak-anak dengan masjid dan lingkungan yang positif,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa pendidikan karakter tidak cukup hanya melalui teori di kelas. Dibutuhkan pembiasaan, keteladanan, dan lingkungan yang mendukung.
“Pejuang Subuh akan semakin bermakna ketika tidak hanya melibatkan anak-anak, tetapi juga menghadirkan keteladanan dari orang tua, guru, tokoh masyarakat, dan semua orang dewasa di lingkungan mereka,” tambahnya.

Meski mengapresiasi, Prima Eyza mengingatkan agar pelaksanaan program tetap bijaksana dan adaptif. Ia menyoroti perbedaan kondisi setiap anak dan wilayah.
“Ada anak yang tinggal dekat dengan masjid, ada pula yang jaraknya cukup jauh. Ada lingkungan yang sarana pendukungnya memadai, ada yang masih terbatas. Karena itu, program yang baik seperti Pejuang Subuh ini juga membutuhkan pelaksanaan yang bijaksana, adaptif, dan terus dievaluasi,” tegasnya.

Sebagai anggota DPRD sekaligus praktisi pendidikan, ia berharap semangat “Pejuang Subuh” tumbuh menjadi budaya positif, bukan kegiatan sesaat.
“*Pembangunan Luwu Timur tidak hanya berbicara tentang jalan, gedung, dan infrastruktur, tetapi juga tentang manusia-manusia unggul yang sedang dipersiapkan untuk masa depan Luwu Timur yang maju dan sejahtera*,” ucap Prima Eyza.

Ia menutup, “ika dari masjid anak-anak dapat belajar tentang kedisiplinan, kebersamaan, tanggung jawab, dan nilai-nilai kebaikan, maka di situlah Pejuang Subuh menemukan makna yang sesungguhnya,” tutupnya.

 

Liputan, Indah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *