Luwu Timur — Dewan Pendidikan Kabupaten Luwu Timur kembali melakukan monitoring ke sejumlah sekolah untuk memastikan secara langsung kondisi sarana, prasarana, serta kebutuhan pendidikan di lapangan.Rabu 9/9/2026
Kali ini, monitoring menyasar sejumlah sekolah di Kecamatan Malili. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Dewan Pendidikan bersama pemerintah daerah untuk memperoleh gambaran nyata mengenai kondisi sekolah sekaligus mengidentifikasi kebutuhan yang perlu mendapat perhatian dan penanganan segera.
Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Luwu Timur, Herdinang, S.Ag., M.M., mengatakan bahwa monitoring tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas instruksi Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Ir. Irwan Bahri Syam, S.T., I.P.M. dan Ir. Hj. Puspawati Husler, kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dewan Pendidikan untuk turun langsung ke sekolah-sekolah.
“Kami diminta untuk segera melakukan monitoring ke sekolah guna memastikan kondisi yang ada. Jadi, apa yang kami temukan di lapangan menjadi bahan untuk menentukan kebutuhan dan prioritas yang harus ditindaklanjuti,” ujar Herdinang.
Dalam monitoring hari ke dua di Kecamatan Malili, Dewan Pendidikan mengunjungi Lima sekolah, yakni SMP 1,SMP 5, SMP 2, SMP 3 dan SDN 234 Kore korea
Herdinang mengatakan, kunjungan tersebut tidak sekadar melihat kondisi sekolah, tetapi juga berdialog langsung dengan pihak sekolah untuk mengetahui berbagai kebutuhan yang dianggap mendesak.
Dalam kesempatan itu, pihak sekolah diminta menyampaikan data dan usulan kebutuhan yang menjadi prioritas berdasarkan kondisi nyata di lapangan.
“Kami sampaikan kepada kepala sekolah agar mengirimkan data kebutuhan yang menjadi prioritas. Data tersebut nantinya akan kami himpun berdasarkan hasil monitoring bersama pihak sekolah,” jelasnya.
Monitoring dilakukan bersama sejumlah anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Luwu Timur, di antaranya Syahidin Halun, S.Pd., M.Si.
Menurut Herdinang, keterlibatan Dewan Pendidikan dalam monitoring ini penting untuk memastikan berbagai persoalan yang dihadapi sekolah dapat diketahui secara langsung, sehingga usulan penanganannya benar-benar berdasarkan kebutuhan di lapangan.
Ia menambahkan, hasil monitoring tersebut selanjutnya akan menjadi bahan evaluasi dan masukan dalam mendorong peningkatan kualitas layanan pendidikan di Kabupaten Luwu Timur.
Dengan turun langsung ke sekolah, Dewan Pendidikan berharap setiap kebutuhan prioritas dapat terpetakan dengan baik dan menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan ke depan.
