Dorong Transformasi Pendidikan, Disdikbud Luwu Timur Bekali Guru dan Kepala Sekolah Lewat Workshop KKG

oleh
Oplus_131072

Luwu Timur – Transformasi pendidikan di Kabupaten Luwu Timur terus didorong melalui penguatan kompetensi tenaga pendidik. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Luwu Timur menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Workshop Kelompok Kerja Guru (KKG) sebagai langkah strategis meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memperkuat kapasitas kepemimpinan kepala sekolah.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Senin dan Selasa, tersebut dipusatkan di SDN 221 dan SDN 222 Batu Mera, kecamatan Malili Kabupaten Luwu Timur. Kegiatan diikuti para guru dan kepala sekolah dalam rangka memperkuat kompetensi serta kesiapan menghadapi perkembangan dunia pendidikan yang semakin dinamis. Selasa 1 / 09 / 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Luwu Timur, Raoda K., S.Pd., M.Si  bersama jajaran staf. Turut hadir para narasumber dari BBGTK Sulawesi Selatan serta peserta pelatihan KKG.

Kepala Disdikbud Luwu Timur, Raoda K., secara resmi membuka kegiatan workshop tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah merupakan bagian penting dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas dan mampu memberikan dampak nyata bagi peserta didik.

Workshop KKG kali ini mengangkat tema Transformasi Pendidikan Berkelanjutan Terintegrasi Pembelajaran Mendalam, Koding, dan Kepemimpinan Kepala Sekolah.”

Menurut Raoda, tema tersebut sangat relevan dengan tantangan pendidikan saat ini. Perubahan paradigma pembelajaran menuntut guru untuk terus meningkatkan kemampuan, beradaptasi dengan perkembangan teknologi, serta menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna bagi peserta didik.

“Melalui workshop KKG dengan tema transformasi pendidikan berkelanjutan yang terintegrasi pembelajaran mendalam, koding, dan kepemimpinan kepala sekolah, diharapkan dapat lebih meningkatkan kompetensi guru dan kepala sekolah dalam mewujudkan transformasi pendidikan yang berkualitas dan berdampak nyata bagi peserta didik,” kata Raoda dalam sambutannya.

Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan secara aktif dan serius, sehingga materi yang diperoleh tidak hanya menjadi pengetahuan selama pelatihan, tetapi dapat diterapkan di sekolah masing-masing.

Workshop KKG ini diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi dan berbagi praktik baik antarguru dan kepala sekolah. Para peserta tidak hanya mendapatkan materi dari narasumber, tetapi juga memiliki kesempatan untuk berdiskusi mengenai berbagai tantangan yang dihadapi dalam proses pembelajaran di sekolah.

Penerapan pembelajaran mendalam menjadi salah satu perhatian penting dalam kegiatan tersebut. Pendekatan ini diharapkan mampu mendorong proses belajar yang lebih bermakna, sehingga peserta didik tidak sekadar memahami materi, tetapi mampu menghubungkan pengetahuan dengan kehidupan nyata.

Di sisi lain, pengenalan koding menjadi bagian dari upaya mempersiapkan peserta didik menghadapi perkembangan teknologi dan kebutuhan kompetensi di masa depan. Sementara penguatan kepemimpinan kepala sekolah diharapkan mampu menciptakan ekosistem sekolah yang mendukung peningkatan mutu pembelajaran secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, Disdikbud Luwu Timur berharap terjadi penguatan kapasitas guru dan kepala sekolah secara menyeluruh. Guru diharapkan semakin kreatif dalam merancang pembelajaran, sedangkan kepala sekolah mampu menjadi pemimpin pembelajaran yang mendorong perubahan positif di satuan pendidikan.

Dengan demikian, hasil akhir dari workshop bukan hanya peningkatan kompetensi pendidik, tetapi juga terciptanya pembelajaran yang lebih berkualitas dan memberikan dampak langsung bagi peserta didik.

Kegiatan yang digelar selama dua hari di SDN 221 dan SDN 222 Batu Mera tersebut menjadi salah satu langkah Disdikbud Luwu Timur dalam membangun budaya belajar yang berkelanjutan serta memperkuat fondasi transformasi pendidikan di daerah.

Sebab, transformasi pendidikan tidak cukup hanya dengan perubahan kebijakan. Ia membutuhkan guru yang terus belajar, kepala sekolah yang mampu memimpin perubahan, dan pembelajaran yang benar-benar berpihak pada kebutuhan peserta didik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *