Luwu Timur — Demi menyelamatkan generasi menuju Indonesia Emas 2045, Dewan Pendidikan Luwu Timur menggandeng PT Vale Indonesia Tbk dan Kantor Kementerian Agama untuk memerangi narkoba di kalangan pelajar.
Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Luwu Timur,Herdinang, S.Ag.M.M bersama jajaran pengurus dan Kepala Kantor Kementerian Agama Luwu Timur, Rusdi Daming, S. Ag, MH, melakukan audiensi dengan manajemen PT Vale Indonesia Tbk di Kantor PT Vale, Jumat 21 / 08/ 2026.
Rombongan diterima langsung oleh Yusri Yunus, Direktur External PT Vale Indonesia Tbk, beserta jajaran.
Dalam pertemuan tersebut, Herdinang menegaskan bahwa Indonesia saat ini berada di era bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045. Namun ia mengingatkan, jika peredaran narkoba tidak segera diputus mata rantainya, maka target besar itu akan sulit dicapai.
“Indonesia adalah salah satu negara dengan bonus demografi terbesar. Jika ‘predator’ narkoba ini dibiarkan menjajah anak-anak pelajar kita, maka masa depan bangsa akan terancam. Untuk itu kami dari Dewan Pendidikan mengajak semua pihak berkolaborasi mengatasi peredaran narkoba di lingkungan remaja kita,” tegas Herdinang.

Ia mengapresiasi program “Belajar Cerdas Tanpa Narkoba” yang digagas bersama PT Vale. Menurutnya, pemberantasan narkoba tidak bisa dilakukan sendiri oleh sekolah atau pemerintah saja. Perlu sinergi antara perusahaan, lembaga pendidikan, tokoh agama, dan masyarakat.
“Kami berharap PT Vale memberikan dukungan dalam proses edukasi dan pemberian pemahaman kepada pelajar tentang bahaya narkoba. Kami siap bekerjasama,” lanjutnya.
Direktur External PT Vale, Yusri Yunus, menyambut baik inisiatif tersebut. PT Vale menyatakan komitmennya untuk mendukung upaya pencegahan narkoba melalui program edukasi dan pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Sementara itu, Kepala Kemenag Luwu Timur, Rusdi Daming, juga menyatakan dukungan penuh. Ia siap menggerakkan penyuluh dan dai di setiap kecamatan untuk mengambil peran memberikan pencerahan kepada masyarakat, khususnya para pelajar dan orang tua.
“Peran tokoh agama sangat penting. Kami akan kerahkan seluruh penyuluh di 11 kecamatan untuk menjadi garda terdepan dalam memberikan pemahaman tentang bahaya narkoba,” ujar Rusdi.
Audiensi ini menjadi langkah awal kolaborasi lintas sektor di Luwu Timur untuk membangun benteng pertahanan bagi generasi muda. Dengan semangat kebersamaan, diharapkan program “Belajar Cerdas Tanpa Narkoba” dapat menjangkau seluruh sekolah dan desa di Luwu Timur.
