Luwu Timur – SMA Negeri 12 Malili Luwu Timur menggelar kegiatan sosialisasi tata tertib sekolah Tahun Ajaran 2026/2027 yang berlangsung di ruang perpustakaan sekolah. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala SMA Negeri 12 Luwu Timur, Sahar, S.Pd., M.Pd., dan dihadiri oleh seluruh jajaran sekolah serta orang tua/wali murid.
Dalam sambutannya, Kepala Sekolah menegaskan bahwa kedisiplinan merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter peserta didik. Menurutnya, seluruh warga sekolah wajib menaati aturan yang telah ditetapkan, termasuk kesepakatan bersama antara pihak sekolah dan orang tua yang telah dituangkan dalam berita acara. Kamis 6 / 08 / 2026
“Kedisiplinan harus dilaksanakan sesuai aturan sekolah dan menjadi tanggung jawab bersama antara sekolah, siswa, dan orang tua demi menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berprestasi,” tegas Sahar.
Selain menekankan pentingnya disiplin, Kepala Sekolah juga mengingatkan seluruh siswa kelas X hingga kelas XII agar meningkatkan pembinaan karakter melalui kegiatan keagamaan. Siswa beragama Islam diwajibkan melaksanakan salat serta menghafal Al-Qur’an sebagai bagian dari pembinaan spiritual di sekolah.
Sementara itu, siswa yang beragama Kristen dan agama lainnya juga diarahkan untuk rajin beribadah dan memperdalam ajaran agamanya, termasuk membaca Alkitab bagi yang beragama Kristen. Menurut Kepala Sekolah, pembinaan agama merupakan bagian penting dalam membentuk akhlak dan moral peserta didik.
Pada kesempatan tersebut, Sahar juga menyampaikan rasa syukur atas capaian SMA Negeri 12 Luwu Timur yang berhasil mempertahankan akreditasi A, sebagai bukti komitmen sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan dan pelayanan kepada peserta didik.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Irwan, S.Pd., menegaskan bahwa seluruh aturan sekolah akan ditegakkan secara konsisten tanpa adanya toleransi bagi siswa yang melakukan pelanggaran.
“Kedisiplinan harus ditegakkan sesuai tata tertib yang berlaku. Semua siswa memiliki hak dan kewajiban yang sama untuk mematuhi aturan sekolah,” ujarnya.
Irwan juga menyampaikan kabar gembira bagi para orang tua dan siswa. Jika sebelumnya seragam batik sekolah dibeli secara mandiri oleh siswa, mulai tahun ajaran 2026/2027 seragam batik akan disediakan secara gratis oleh pihak sekolah, sebagai bentuk kepedulian sekolah dalam meringankan beban orang tua.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan terjalin sinergi yang kuat antara sekolah, orang tua, dan peserta didik dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang disiplin, religius, berkarakter, serta mampu melahirkan generasi yang berprestasi dan berakhlak mulia.
