LUWU TIMUR – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Luwu Timur mengingatkan pemerintah daerah agar mewaspadai perlambatan ekonomi yang mulai terlihat sepanjang 2026.
Peringatan tersebut disampaikan Juru Bicara Fraksi PDI Perjuangan, Sukasman, saat membacakan pendapat akhir fraksi pada Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Luwu Timur, Jumat (10/7/2026).
Dalam penyampaiannya, Sukasman menyebut sejumlah indikator yang perlu menjadi perhatian, di antaranya pertumbuhan ekonomi yang tercatat sebesar minus 2,31 persen, sejumlah program pemerintah yang terhambat akibat persoalan hukum, serta perubahan kondisi ekonomi global yang turut memengaruhi sektor pertambangan sebagai penopang utama ekonomi Kabupaten Luwu Timur.
Menurut Fraksi PDI Perjuangan, apabila kondisi tersebut tidak segera diantisipasi, maka berpotensi menimbulkan berbagai dampak lanjutan, seperti menurunnya kepercayaan publik dan investor terhadap pemerintah, terganggunya efisiensi belanja daerah akibat proyek bermasalah, hingga melemahnya daya beli masyarakat apabila program-program sosial tidak tepat sasaran.
Karena itu, Fraksi PDI Perjuangan meminta pemerintah daerah memperkuat tata kelola program pembangunan agar setiap anggaran yang dibelanjakan benar-benar memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Meski memberikan sejumlah catatan, Fraksi PDI Perjuangan tetap menyatakan menerima dan menyetujui Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah. (*)
