Porsenijar PGRI Se-Sul Sel Resmi Dibuka Di Stadion Ganggawa  Sidrap, Kontingen Luwu Timur Tampil Penuh Semangat

oleh

Luwu Timur – Sidrap Perhelatan akbar Pekan Olahraga dan Seni atau Porsenijar Persatuan Guru Republik Indonesia tingkat Provinsi Sulawesi Selatan resmi dibuka hari ini di Stadion Ganggawa, Kabupaten Sidrap. Ajang dua tahunan ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus unjuk bakat bagi para guru dari seluruh kabupaten/kota se-Sulsel. Kamis 2 / 07  / 2026

Pembukaan Porsenijar PGRI berlangsung meriah dengan defile kontingen dari 24 kabupaten/kota. Salah satu yang menarik perhatian adalah kontingen Kabupaten Luwu Timur yang hadir dengan semangat dan kekompakan tinggi.

Porsenijar PGRI tahun ini melibatkan ratusan kepala sekolah sebagai bagian dari kontingen masing-masing daerah. Dari Luwu Timur, sejumlah kepala sekolah turut hadir dan siap berlaga di berbagai cabang yang dipertandingkan.

Salah satunya adalah Uci Sarpati, Kepala UPT SDN 234 Kore-Korea, Desa Wewangriu, Kecamatan Malili. Kehadirannya menjadi representasi semangat pendidik Luwu Timur untuk tidak hanya berprestasi di kelas, tetapi juga di bidang olahraga dan seni.

“Kami datang ke Sidrap untuk membawa nama baik Luwu Timur. Ini ajang membuktikan bahwa guru juga bisa berprestasi di luar tugas mengajar,” ujar Uci Sarpati di sela kegiatan.

Kontingen Luwu Timur tampil percaya diri saat mengikuti defile pembukaan. Dengan mengenakan atribut daerah dan membawa bendera, para guru dan kepala sekolah berjalan di lintasan Stadion Ganggawa dengan penuh semangat.

Sorak-sorai dan yel-yel khas Luwu Timur menggema, menunjukkan kekompakan serta antusiasme peserta. Defile ini menjadi pembuka yang baik sebelum memasuki rangkaian pertandingan olahraga dan perlombaan seni.

Porsenijar PGRI Se-Sulsel sendiri diagendakan berlangsung selama beberapa hari ke depan. Berbagai cabang akan dipertandingkan, mulai dari atletik, bulu tangkis, voli, hingga lomba paduan suara, tari, dan baca puisi.

Bagi para guru, kegiatan ini bukan hanya soal menang atau kalah. Lebih dari itu, Porsenijar menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan, melepas penat, dan mengasah potensi non-akademik para pendidik.

Dengan semangat yang dibawa sejak defile, Kontingen Luwu Timur optimis dapat mengharumkan nama daerah di kancah Porsenijar PGRI tingkat provinsi tahun ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *