LUWU TIMUR – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, dr. Ani Nurbani, M.Kes., MARS, melaksanakan kunjungan kerja dalam rangka pengawasan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 di Desa Kertoraharjo, Kecamatan Tomoni Timur, Kabupaten Luwu Timur, Senin (29/6).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda pengawasan legislatif terhadap pelaksanaan program pembangunan daerah sekaligus menyerap aspirasi masyarakat, khususnya di sektor pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomian Kecamatan Tomoni Timur.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Tomoni Timur Yulius, Kepala Desa Kertoraharjo, Made Suarta Penyuluh pertanian Lapangan (PPL), tokoh masyarakat, serta seluruh ketua kelompok tani se-Desa Kertoraharjo.
Dalam kesempatan itu, dr. Ani Nurbani menegaskan bahwa fungsi pengawasan DPRD bertujuan memastikan pelaksanaan APBD berjalan efektif, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“APBD merupakan instrumen pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, setiap program harus tepat sasaran dan mampu menjawab kebutuhan riil warga,” ujarnya.
Tomoni Timur selama ini dikenal sebagai salah satu sentra produksi pangan di Kabupaten Luwu Timur. Wilayah tersebut memiliki luas areal persawahan sekitar 2.918,76 hektare yang dikelola oleh 108 kelompok tani dan 8 gabungan kelompok tani (gapoktan).
Khusus di Desa Kertoraharjo, luas areal persawahan mencapai 513,75 hektare yang dikelola oleh 20 kelompok tani dengan total 517 anggota. Salah satu kelompok tani yang menjadi perhatian dalam dialog tersebut adalah Kelompok Tani Puncak Sari, yang mengelola lahan sawah seluas 34 hektare dengan 32 anggota aktif.
Selain komoditas padi, sektor pertanian juga didukung oleh 8 kelompok tani ternak dan 6 kelompok kebun. Untuk menunjang aktivitas pertanian, pemerintah telah menyalurkan berbagai alat mesin pertanian yang terdiri atas 77 unit hand traktor, 39 unit mesin tanam, 30 unit pompa air, serta 4 unit combine harvester yang dimanfaatkan oleh kelompok tani di wilayah tersebut.
Camat Tomoni Timur Yulius menyampaikan apresiasi atas perhatian DPRD Provinsi Sulawesi Selatan terhadap pembangunan sektor pertanian di daerahnya. Menurutnya, kehadiran legislatif membuka ruang dialog yang konstruktif antara pemerintah dan masyarakat sangat diparesiasi warga yang menyampaikan aspirasi mereka.
Dalam sesi diskusi yang dipandu oleh Muh.Ayyub, para ketua kelompok tani menyampaikan sejumlah kebutuhan prioritas, di antaranya penambahan alat mesin pertanian berupa traktor dan mesin tanam untuk meningkatkan efisiensi produksi. Mereka juga mengusulkan peningkatan jaringan irigasi guna menjamin ketersediaan air bagi lahan persawahan sepanjang musim tanam.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, dr. Ani Nurbani menyatakan akan mengawal usulan masyarakat agar dapat menjadi perhatian pemerintah provinsi dalam proses perencanaan dan penganggaran.
“Kami akan membawa seluruh aspirasi ini ke tingkat provinsi agar dapat dibahas sesuai mekanisme dan menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor pertanian sebagai penopang ketahanan pangan daerah,” katanya.
Kegiatan ditutup dengan dialog teknis antara penyuluh pertanian dan kelompok tani mengenai persiapan menghadapi musim tanam berikutnya, termasuk pemetaan berbagai tantangan yang berpotensi memengaruhi produktivitas pertanian di Kecamatan Tomoni Timur.
